Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ekonomi Digital RI Rp 1.300 T, Kominfo Sorot Masalah Persaingan Usaha
    Insight News

    Ekonomi Digital RI Rp 1.300 T, Kominfo Sorot Masalah Persaingan Usaha

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Maret 2024Updated:28 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Kominfo menyoroti isu-isu terkait ekosistem ekonomi digital. Salah satunya terkait persaingan usaha dalam industri.

    Wakil Menteri Kominfo Nezar Patria menyebutkan terdapat empat hal terkait isu persaingan usaha. Mulai dari gap peromdalan, ketimpangan akses atas data, ketergantungan terhadap teknologi tertentu, hingga perusahaan teknologi asing yang dominan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Mengenai persaingan usaha, apalagi isu fair level playing field. Yang muncul penetrasi penyedia layanan teknologi oleh platform dari luar Indonesia,” kata Nezar dalam Kick Off Digital Economy Dialogue: Social Impact and Adoption in The Digital Economy di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

    Isu lainnya terkait human capital development. Antara lain terdiri dari keterbatasan pekerja yang memiliki skill digital, job displacement, inklusi digital kelompok rentan, dan bias algoritma pada kelompok rentan.

    Terakhir adalah isu pelindungan data pribadi. Masalahnya terdiri dari kebocoran data, pemanfaatan algoritma, pengumpulan data secara masif, arus data lintas batas, dan fenomena dark pattern.

    “Dark pattern adalah tampilan user interface, untuk mengurasi pengguna untuk keuntungan satu kelompok,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Nezar juga mengutip laporan Wantiknas yang mengatakan ekonomi digital akan menyumbang 4,6% dari PDB pada 2024. Pertumbuhan itu terdiri dari empat sektor yakni e-commerce, transportasi dan makanan, pinjaman online dan media online.

    Dalam pemaparannya ditunjukkan e-commerce memiliki nilai US$62 miliar (Rp 985 triliun), transportasi dan makanan US$7 miliar (Rp 111 triliun), perjalanan online US$6 miliar (Rp 95,2 triliun) dan media online US$7 miliar (Rp 111 miliar). 

    Pada 2023 sendiri, menurut hasil riset eConomy SEA yang dibuat Google, Temasek, dan Bain & Company, disebutkan nilai ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan mencapai US$82 miliar atau setara Rp 1.300 triliun.

    Sementara untuk nilai digital payment pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai US$760 miliar (Rp 12.000 triliun). Salah satunya karena keberadaan QRIS.




    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.