Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ekonomi China Babak Belur, Manufaktur Anjlok Ditinggal AS
    Insight News

    Ekonomi China Babak Belur, Manufaktur Anjlok Ditinggal AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Februari 2024Updated:23 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala Ekonom BCA David Sumual menyebut Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur China terus tertekan dalam beberapa tahun terakhir ini. Kebijakan Amerika Serikat yang memindahkan pabrik-pabriknya dari China disebut sebagai penyebabnya.

    “Untuk manufakturnya China kembali di bawah 50, artinya mereka sudah kontraksi,” kata David Sumual dalam diskusi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jumat (23/2/2024).

    David mengatakan di saat yang bersamaan, sektor manufaktur sejumlah negara lain seperti Meksiko, Vietnam, dan Thailand justru meningkat. Dia menduga hal tersebut terjadi karena Amerika Serikat mulai memindahkan pabrik-pabriknya dari China ke negara-negara tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kelihatannya ada banyak perusahaan yang relokasi dan permintaan Amerika ke negara tersebut meningkat,” kata dia.

    Dia mengatakan tindakan AS memindahkan pabriknya dari China juga terlihat dari data impor AS. Menurut dia, selama 10 tahun terakhir impor barang dari China ke AS menurun drastis menjadi hanya 15%.

    “Biasanya 40% produk mereka (AS) diimpor dari China,” kata dia.

    David mengatakan impor AS justru kini beralih ke negara lain, seperti Vietnam, Meksiko dan beberapa negara Eropa timur. “Jadi kelihatannya kondisi geopolitik juga memengaruhi arah perdagangan internasional,” kata dia.

    David mengatakan masa depan hubungan China dan AS diprediksi bakal lebih memburuk. Sebab, menjelang Pemilu di AS, kans Donald Trump terpilih kembali menjadi presiden semakin besar. Bila Trump terpilih, maka dipastikan impor produk China ke AS bakal semakin menurun.

    “Pada masa kampanye sekarang Trump menjanjikan diberlakukannya tarif hingga 60% terhadap produk China,” kata dia.


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.