Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»E-commerce Raksasa Pesaing Amazon PHK 1.000 Orang
    Insight News

    E-commerce Raksasa Pesaing Amazon PHK 1.000 Orang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juli 2022Updated:31 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Shopify masuk dalam gelombang PHK startup. E-commerce pesaing Amazon itu telah memberhentikan 1.000 karyawan. 

    Jumlah tersebut sekitar 10% dari tenaga kerja globalnya. Per 31 Desember 2021, berdasarkan info ke bursa, Shopify memiliki lebih dari 10 ribu karyawan.

    CEO Tobi Lutke mengakui telah salah menilai berapa lama ledakan e-commerce karena pandemi akan berlangsung. Karena penurunan transaksi online ternyata berlangsung lebih cepat dari proyeksi, perusahaan memangkas sejumlah posisi di perusahaan. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    PHK ini berdampak pada seluruh divisi perusahaan. Sebagian besar pada perekrutan, dukungan dan penjualan, serta menghilangkan peran yang ‘terspesialisasi dan duplikat, serta grup yang terlalu jauh dihapus dari pembangunan produk’.

    Setelah memangkas pekerjanya, Shopify berencana lebih efisien pada operasionalnya. Setelah PHK, perusahaan akan memperlambat perekrutan untuk sisa 2022 ini.

    CFO Amy Shapero menambahkan akan mengurangi pengeluaran di area prioritas yang lebih rendah dan aktivitas non-inti. Selain itu hal serupa akan dilakukan pada  target penjualan dan pengeluaran pemasaran pada aktivitas dengan periode pengembalian lebih pendek.

    “Shopify berkomitmen menjadi sangat efisien secara operasional,” ujar Lutke, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (28/7/2022). Pengumuman tersebut juga membuat saham Shopify anjlok, ditutup turun 14% pada hari Selasa.

    Perusahaan juga mengumumkan pendapatan yang lebih rendah dari para analis. Pada kuartal kedua tercatat US$1,3 miliar dari US$1,33 miliar oleh analis, ungkap Refinitiv. Pada paruh kedua tahun 2022 ini, perusahaan mengharapkan bisa menghasilkan kerugian operasi yang disesuaikan.

    Shopify adalah perusahaan asal Kanada yang menyediakan platform dan infrastruktur digital, mulai dari logistik hingga pembayaran, untuk pedagang yang ingin berjualan lewat internet. Model bisnis ini dikenal sebagai e-commerce enabler.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Enggak Cuma RI, ‘Tsunami’ PHK Juga Hantam Startup di India


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.