Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dunia Gelap Gulita 2023, Google Stadia Tumbal Sundar Pichai
    Insight News

    Dunia Gelap Gulita 2023, Google Stadia Tumbal Sundar Pichai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2022Updated:30 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google akhirnya menyerah, setelah tiga tahun berusaha membangun bisnis gim sendiri. Stadia, layanan gim streaming milik Google, akan ditutup dalam waktu dekat.

    Google meluncurkan Stadia pada tiga tahun lalu sebagai alternatif dari gim video konsol PlayStation milik Sony dan Xbox milik Microsoft.

    Lewat Stadia, pengguna tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli mesin video game. Pengguna bisa mengandalkan jaringan internet yang kuat untuk memainkan beragam judul gim secara streaming, seperti cara mereka menikmati konten di Netflix atau Spotify.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Google menyatakan akan mengembalikan uang para pengguna yang digunakan untuk membeli perangkat keras Stadia lewat Google Store dan konten gim lewat toko Stadia.

    Namun, perusahaan memastikan pengguna masih bisa mengakses pustaka gim dan memainkannya hingga 18 Januari 2023.

    “Walaupun pendekatan Stadia ke gim streaming dibangun dengan fondasi teknologi yang kuat, pertumbuhan penggunanya di bawah ekspektasi kami,” kata Phil Harrison, Vice President dan General Manager Stadia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/9).

    Tanda lambatnya perkembangan Stadia sudah lama terlihat. Tahun lalu, Google telah menghentikan pengembangan gim internal untuk Stadia sehingga harus bergantung sepenuhnya ke perusahaan lain di bidang pengembangan dan penerbitan gim.

    Sementara itu, industri gim juga tengah menghadapi perlambatan pertumbuhan permintaan setelah menikmati puncak selama pandemi.

    Hantu resesi dan inflasi menambah suram situasi, karena kenaikan harga barang kebutuhan pokok bakal membuat konsumen mengurangi pengeluaran tersier mereka termasuk hiburan seperti gim video.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.