Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dulu Diremehkan, Kini Bank Bisa Bangkrut karena Media Sosial
    Insight News

    Dulu Diremehkan, Kini Bank Bisa Bangkrut karena Media Sosial

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Mei 2023Updated:18 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Krisis Silicon Valley Bank membuat bank di Amerika Serikat waswas terhadap dampak media sosial. Kini, bank ramai-ramai memperkuat sistem pengawasan dan pemantauan risiko terkait media sosial

    Menurut Reuters, dewan direksi bank di Amerika Serikat berbondong-bondong menyiapkan program dan rencana untuk menghadapi ancaman dari gosip yang beredar di internet. Rumor soal kesehatan finansial bank terbukti bisa memicu penarikan dana besar-besaran atau memukul harga saham bank di bursa.

    Upaya ini menunjukkan usaha dunia perbankan untuk beradaptasi dengan ancaman era digital. Media sosial kini ditempatkan sebagai risiko, tidak hanya sebatas perangkat pemasaran.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Peristiwa yang membuka mata para bankir adalah rontoknya SVB karena beberapa tweet yang memicu penarikan dana nasabah sekitar US$ 1 juta per detik.

    “Risiko media sosial tadinya hanya sebatas reputasi, tetapi kini sudah menimbulkan ancaman penarikan dana besar-besaran. Ini sangat penting,” kata Sumeet Chabria dari ThoughtLinks.

    Mantan CEO Silicon Valley Bank, Greg Becker, menyalahkan media sosial sebagai faktor yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam runtuhnya SVB. Nasabah menarik sekitar US$42 miliar dari SVB dalam 10 jam.

    Media sosial juga disalahkan oleh Michael Roffler, mantan CO First Republic. First Republic ambruk 2 bulan setelah SVB.

    “Ini jadi peringatan untuk bank yang berukuran lebih kecil, kini mereka menyiapkan dan memperbarui respons darurat dan kemampuan risiko, beserta rencana keberlanjutan bisnis untuk menghadapi ancaman ini,” kata Chabria.

    Petinggi bank kini memerintahkan tim mereka untuk menyertakan media sosial dalam program tata kelola risiko perusahaan. Divisi risiko bahkan “dipanggil untuk memberikan rencana detail mereka sehingga bank bisa mengukur risiko terkait internet, siap dan mampu meresponsnya.”

    Bank, menurut Reuters, kini juga lebih cepat menghubungi nasabah yang mengeluh di media sosial.

    Bank berukuran kecil fokus mengenal nasabah mereka dan menjalin hubungan dengan “orang yang berpengaruh” untuk meluruskan informasi yang salah.

    “Banyak bank kini proaktif mendekati nasabah untuk memberikan pesan yang tepat. Upaya ini termasuk menyediakan fakta dan data ke nasabah lewat email, Twitter, dan LinkedIn,” kata Lindsey Johnson, CEO salah satu asosiasi perbankan di AS.

    Bank raksasa seperti JPMorgan Chase & Co (JPM.N) juga mengenali risiko media sosial. CEO Jamie Dimon setuju bahwa media sosial berkontribusi dalam kebangkrutan SVB. Bos Citigroup Jane Fraser menyebut media sosial sebagai “merombak lapangan permainan.”

    Sayangnya, masih banyak bank yang belum punya rencana yang jelas soal media sosial. “Begitu banyak perangkat yang tersedia untuk memantau media sosial, tetapi pengguna perangkat tersebut kebanyakan diserahkan ke tim pemasaran yang ‘seadanya’ atau ke pihak ketiga,” kata Jim Perry dari Market Insights.

    “Bank sudah sadar tentang risikonya dan mulai memahami bahwa mereka harus mengerahkan lebih banyak sumber daya manusia untuk memantau media sosial. Bagi bank yang berukuran lebih kecil, sayangnya ini belum jadi prioritas,” kata Perry,




    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.