Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Duh! Pfizer Akui Obat Covid Buatannya Tak Ampuh Cegah Infeksi
    Insight News

    Duh! Pfizer Akui Obat Covid Buatannya Tak Ampuh Cegah Infeksi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2022Updated:2 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Produsen Pfizer mengumumkan bahwa obat oral antivirus Covid-19 buatannya, Paxlovid, tidak ampuh mencegah infeksi virus corona pada orang yang tinggal dengan pasien Covid-19. Temuan ini berdasarkan uji coba besar-besaran yang dilakukan Pfizer.

    Diketahui pengujian melibatkan 3.000 orang dewasa yang merupakan anggota keluarga terpapar oleh seseorang yang mengalami gejala dan baru-baru ini dinyatakan positif Covid-19. Adapun partisipan diberikan Paxlovid selama 5-10 hari atau plasebo.

    Mereka yang masuk kelompok lima hari ditemukan 32% lebih kecil kemungkinannya terinfeksi dibanding kelompok plasebo. Angka itu naik menjadi 37% di kelompok 10 hari.

    Akan tetapi, hasil statistiknya tidak signifikan dan mungkin hanya kebetulan.

    Pfizer menyebutkan data keamanan dalam uji coba tersebut konsisten dengan riset-riset sebelumnya. Di mana menunjukkan pil tersebut hampir 90% ampuh mencegah rawat inap atau kematian pada pasien Covid-19 berisiko tinggi penyakit parah ketika mengonsumsi lima hari Paxlovid tak lama setelah muncul gejala.

    “Meski kami kecewa dengan hasil riset khusus ini, hasil ini tidak berdampak besar pada efikasi dan data keamanan yang kami amati dalam uji coba kami sebelumnya untuk pengobatan pasien Covid-19,” kata Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla sebagaimana dikutip Reuters, Senin (2/5/2022).

    Pfizer mengungkapkan Paxlovid yang terdiri atas dua antivirus berbeda saat ini mengantongi izin bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 60 negara di dunia untuk mengobati pasien Covid-19 berisiko tinggi.

    [Dexpert.co.id]

    (dce/dce)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.