Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Duh! Penipuan di Platform Cryptocurrency Ini Tembus Rp 149 T
    Insight News

    Duh! Penipuan di Platform Cryptocurrency Ini Tembus Rp 149 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 November 2021Updated:18 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sepanjang tahun 2021 ini memang menandakan kepopuleran decentralized finance atau DeFi. Namun di saat bersamaan banyak pihak yang kena tipu, bahkan total kerugiannya menurut sebuah penelitian mencapai US$10,5 miliar atau Rp 149,3 triliun.

    Sebagai informasi DeFi adalah platform dimana pengguna dapat meminjam dan menyimpan yang biasanya dalam mata uang kripto. Cara ini keluar dari penjaga keuangan tradisional seperti bank.

    Para pendukung DeFi menyebutkan jika teknologi ini lebih murah. Selain juga lebih efisien untuk mengakses layanan keuangan. Kepopuleran DeFi menjadi penanda tingginya minat pada cryptocurrency. Banyak investor yang kepincut dengan teknologi tersebut yang menjanjikan return investasi tinggi.

    Namun seperti biasa, saat ada yang menjadi populer sering diikuti banyaknya kejahatan di sana. Perusahaan analitik blockchain berbasis di London, Elliptic mengungkapkan kejahatan berkembang pesat pada sektor yang sebagian besar tidak diatur.

    Tercatat kerugian kejahatan akibat DeFi mencapai US$12 miliar (Rp 170,7 triliun). Angka itu berasal dari 2020 dan jumlahnya terbesarnya terjadi di tahun ini, dikutip dari Reuters, Kamis (18/11/2021).

    Elliptic melaporkan bug (celah keamanan) dalam kode dan cacat desain memungkinkan para penjahat bisa menargetkan DeFi. Likuiditas yang dalam juga membuat para pelaku kejahatan bisa membuat kejahatannya hanya meninggalkan sedikit jejak.

    Bahkan penipuan dalam platform DeFi juga kerap terjadi. “Aplikasi terdesentralissi didesain untuk tidak bisa dipercaya karena menghilangkan kontrol pihak ketiga dari dana pengguna,” ungkap Tom Robinson dari Elliptic.

    “Namun Anda masih harus mempercayai para pembuat protokol mungkin tidak melakukan kesalahan atau merancang kesalahan yang bisa menyebabkan dana menghilang”.

    Reuters menuliskan para platfom DeFi mengatakan mengambil berbagai langkah sebagai cara meningkatkan keamanan. Ini mulai dari memperkerjakan perusahaan eksternal untuk mengaudit kode untuk kerentanan, hingga mempertahankan kunci dan password yang dibutuhkan untuk mengakses dompet pengguna pada lingkungan yang aman.

    Salah satu kejahatan terbesar yang terjadi dalam platform Defi adalah pada Agustus yang menimpa Poly Network. Situs itu berhasil dibobol dan kripto senilai US$610 juta atau Rp 8,6 triliun berhasil dicuri. Meskipun pada akhirnya pelaku peretasan mengembalikan hampir seluruh uang yang berhasil dicuri.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.