Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dua Raja Kripto Ini Dulu Dipuja, Kini Hancur dan Masuk Penjara
    Insight News

    Dua Raja Kripto Ini Dulu Dipuja, Kini Hancur dan Masuk Penjara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Januari 2024Updated:7 Januari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua raja kripto, Changpeng Zhao dan Sam Bankman-Fried tak lagi dipuja seperti beberapa tahun lalu. Sekarang, keduanya harus berurusan dengan hukum bahkan masuk penjara.

    Keduanya merupakan pendiri raksasa bursa kripto. Zhao dengan Binance dan Bankman-Fried merupakan pendiri FTX.

    Para miliarder Bitcoin itu dipuja karena dinilai sukses mengelola aset kripto. Selain itu juga mengangkat pamor mata uang virtual tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Zhao mendirikan Binance pada 2017. Sejak saat itu, perusahaan jadi platform perdagangan mata uang kripto terbesar berdasarkan volumenya.

    Pada saat yang sama, Bankman-Fried mulai dikenal dengan strategi perdagangan arbitrasenya bernama Kimchi Swap. Berikutnya dia mendirikan Alameda Research.

    Bankman-Fried dan Zhao merupakan kawan lama. Dua perusahaan juga diketahui saling terhubung satu sama lain.

    Misalnya Bankman-Fried yang menyumbangkan uang sebesar S$150 ribu untuk mensponsori konferensi Binance di Singapura. Salah satu bonus dari donasi adalah kesempatan berada dalam satu panggung yang sama dengan CZ.

    Namun pertemanan itu akhirnya berakhir buruk. Misalnya CZ pada Maret 2019 menolak membeli penukaran kripto yang dirancang Bankman-Fried dan timnya. Dia memilih membangun platform serupa secara in-house di perusahaannya.

    Satu bulan berikutnya, Bankman-Fried dan beberapa orang lainnya mendirikan penukaran kripto FTX. Binance menjadi salah satu investor pertama perusahaan dan sebagai bagian dari kesepakatan perusahaan mengambil posisi jangka panjang pada token FTT.

    Namun kesuksesan FTX mengantarkan pada kehancuran Bankman-Fried dan juga hubungannya dengan Zhao. Saat harga kripto hancur tahun 2022, Bankman-Fried datang bak juru selamat dan mengatakan FTX imun pada dampak pasar kripto.

    Ternyata Alameda meminjam uang untuk investasi ke firma aset digital yang gagal dalam rangka menjaga industri tetap stabil. Alameda juga dilaporkan mengambil simpanan pelanggan FTX untuk mencegah margin call dan memenuhi utang secepat mungkin.

    Pada akhir 2022, Zhao mengatakan Binance mencairkan sisa FTT karena fakta yang terungkap publik. Ini juga yang membuat kepanikan di kalangan investor, dan akhirnya menjual token mereka.

    Nilai koin ambles 75%. Bukan hanya itu, janji Zhao membeli FTX batal setelah uji tuntas satu hari. Akhirnya FTX bangkrut.

    Bankman-Fried akhirnya diseret ke meja hijau. Diketahui duit nasabah yang hilang mencapai US$10 miliar yang digunakan untuk pembelian properti, pembayaran pinjaman dan donasi politik.

    Kasus Binance

    Tak berselang lama setela masalah FTX dan Bankman-Fried, giliran Zhao dan Binance yang terlilit beberapa kasus. Mulai dari menyelenggarakan bisnis transmisi uang secara ilegal, melanggar International Emergency Economic Powers Act, dan konspirasi.

    Untuk kasus kriminalnya, Binance setuju memberikan $2.5 miliar kepada pemerintah, serta membayar denda sebesar $1.8 miliar. Kasus lainnya, Binance dituding mengizinkan 100 ribu transaksi untuk aktivitas terlarang seperti terorisme dan narkotika ilegal.

    CZ dan petinggi lain juga dituduh melakukan tindakan pencucian uang dan melanggar sanksi ekonomi AS. Zhao direkomendasikan didenda senilai US$50 juta. Zhao akhirnya dibebaskan dengan obligasi pengakuan pribadi senilai $175 juta yang dijamin dengan uang tunai $15 juta.

    Baik Bankman-Fried dan Zhao tengah menunggu sidang hukuman. CZ pada 23 Februari dan Bankman-Fried pada 28 Maret.


    Artikel Selanjutnya


    Bandar Kripto Bangkrut Takut Terima Duit Anak Raja Salman

    (fsd/fsd)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.