Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dua ‘Pemburu Utang’ Raih Izin Buru Bandar Kripto di Singapura
    Insight News

    Dua ‘Pemburu Utang’ Raih Izin Buru Bandar Kripto di Singapura

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2022Updated:18 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan Tinggi Singapura memberikan putusan sela (interim relief) sehingga dua likuidator asal Amerika Serikat bisa melacak keberadaan dua pendiri bandar kripto Three Arrows Capital (3AC) serta mengamankan seluruh asetnya.

    Berdasarkan laporan The Straits Times, Russel Crumpler dan Christopher Farmer, dua pegawai perusahaan konsultasi finansial Teneo yang berbasis di New York sedang mengajukan izin untuk bertindak sebagai likuidator di Singapura. Teneo adalah perusahaan yang ditugaskan oleh pengadilan di British Virgin Island sebagai likuidator aset 3AC.

    Jika permintaan Crumpler dan Farmer diterima oleh pengadilan Singapura, mereka bisa meneruskan segala proses likuidasi di Negeri Singa. Putusan pengadilan juga memberikan kekuatan kepada mereka untuk meminta kehadiran dua founder 3AC ke hadapan pengadilan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dua founder Three Arrows Capital, Su Zhu dan Kyle Davies, tidak bisa dilacak keberadaannya sejak pekan lalu. Mereka menghilang beberapa pekan setelah 3AC mengajukan proses kebangkrutan di pengadilan New York. Perusahaan dana investasi kripto yang pernah mengelola aset senilai Rp 150 triliun tersebut menyatakan diri bangkrut setelah gagal membayar utang Rp 9,9 triliun.

    Putusan pengadilan Singapura juga memberikan Crumpler dan Farmer kekuatan untuk mengamankan segala aset milik 3AC untuk segera digunakan dalam pembayaran utang.

    Selain itu, perwakilan hukum Crumpler dan Farmer di Singapura berusaha mencari ketetapan hukum bahwa 3AC bangkrut karena salah kelola. Jika ketetapan tersebut diberikan, seluruh aset milik Zhu dan Davies bisa langsung disita.

    Lewat akun Twitternya, Zhu sempat menyatakan bahwa dia dan Davies akan terus memberikan informasi tentang aset milik perusahaan secara berkala. Zhu juga mengaku bahwa keluarganya dan Davies menjadi sasaran ancaman kekerasan fisik dan merasa tidak nyaman dengan perilaku para likuidator.

    Properti milik keluarga Zhu diketahui telah didaftarkan untuk dijual. Menurut dokumen yang dilihat oleh Straits Times, Zhu memiliki tiga rumah di Singapura, termasuk dua rumah mewah yang dikenal sebagai “gold class bungalow”. Selain itu, Zhu dan Davies juga dilaporkan memiliki beberapa mobil premium serta sebuah kapal yacht bernilai 42 juta dolar Singapura.

    3AC diketahui juga sebagai pemilik aset dalam bentuk NFT, lewat dana kelolaan bernama Starry Night. 3AC menggunakan sebagian dari dana kelolaannya untuk menjalin kerja sama dengan kolektor NFT yang menggunakan nama Vincent Van Dough. Aset NFT di dompet kripto Starry Night, yang menargetkan dana kelolaan US$100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun, kini diperkirakan bernilai US$4,2 juta atau sekitar Rp 63 miliar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Utang Triliunan, 2 Bandar Kripto Lenyap Ditelan Bumi

    (dem)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.