Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dosa Besar Joe Biden Dibongkar Bos Facebook, Ternyata Parah
    Insight News

    Dosa Besar Joe Biden Dibongkar Bos Facebook, Ternyata Parah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Agustus 2024Updated:27 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) Mark Zuckerberg tiba-tiba buka suara soal kebobrokan pemerintahan Joe Biden.

    Zuckerberg mengatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) menekan raksasa media sosialnya untuk menyensor konten terkait Covid-19 selama pandemi. Ia menegaskan akan melawan tekanan itu jika kembali terjadi di masa depan.

    Dalam surat tertanggal 26 Agustus 2024, Zuckerberg mengatakan kepada komite kehakiman di DPR AS bahwa ia menyesal selama ini bungkam.

    “Pada 2023, pejabat senior dari pemerintahan Biden, termasuk Gedung Putih, berkali-kali menekan tim kami selama berbulan-bulan untuk menyensor konten Covid-19 tertentu,” kata Zuckerberg dalam suratnya yang diunggah komite kehakiman DPR AS, dikutip dari Reuters, Selasa (27/8/2024).

    Ia mengatakan konten-konten yang diminta hapus termasuk yang bermuatan humor dan satir. Pemerintah disebut menunjukkan frustasi mereka ke tim Meta jika tak patuh.

    “Saya yakin tekanan dari pemerintah adalah hal yang salah. Saya menyesal kami tidak membongkar hal ini lebih awal,” ia menuliskan.

    Zuckerberg juga mengakui bahwa pihaknya membuat keputusan sala kala itu dengan mengikuti perintah pemerintah AS.

    Gedung Putih dan Meta tak segera merespons permintaan konfirmasi dari Reuters.

    Surat Zuckerberg ditujukan untuk Jim Jordan, kepala komite kehakiman yang berasal dari Partai Republik. Dalam laman Facebook-nya, Jordan mengatakan pengakuan Zuckerberg sebagai kemenangan atas kebebasan berpendapat.

    Ia juga menekankan bahwa Zuckerberg sudah mengaku salah karena menyensor pengguna AS.

    Dalam suratnya, Zuckerberg juga menegaskan ia tak akan berkontribusi untuk mendukung pemilu tahun ini.

    Sebelumnya, pada pemilu 2020 yang berbarengan dengan pandemi, Zuckerberg menghabiskan US$ 400 juta melalui Chan Zuckerberg Initiative, lembaga filantropi yang ia dirikan bersama sang istri.

    Pendanaan itu untuk mendukung infrastruktur pemilu. Kala itu, Zuckerberg mendapat kecaman dari berbagai kelompok masyarakat karena terlibat dalam kontestasi politik AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 Triliun




    Next Article



    CEO Facebook Turun Tangan Kirim Email ke Karyawan Google, Ini Isinya



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.