Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Donald Trump Menang Pilpres AS, Petaka Besar Buat China
    Insight News

    Donald Trump Menang Pilpres AS, Petaka Besar Buat China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 November 2024Updated:4 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jika Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), China akan menghadapi petaka besar di sektor teknologi. 

    Para eksekutif perusahaan teknologi di China mengatakan, gaya kepemimpinan Trump yang tidak terduga dapat memberikan hukuman lain bagi industri yang kini sudah dikenakan sanksi pembatasan ekspor pada pemerintahan Joe Biden.

    Seperti diketahui, Trump memulai perang dagang China-AS selama masa jabatannya sebagai presiden pada 2017-2021. Trump melarang ekspor teknologi milik perusahaan AS ke China dengan alasan praktik perdagangan yang tidak adil dan keamanan nasional. Belum lagi pengaruh Trump kepada negara sekutu yang membuat mereka ikut memblokir teknologi dari China.

    Dalam survei pemilih, ia imbang dengan saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, yang diharapkan para eksekutif dapat melanjutkan kebijakan petahana untuk melakukan perubahan bertahap dan berkala pada kontrol ekspor teknologi. Ketepatan membuat Harris menjadi pilihan utama bagi banyak eksekutif.

    Para analis memberikan gambaran tentang bagaimana sektor teknologi China mengukur masa depan di bawah presiden berikutnya.

    Setengah dari analisis menganggap kemenangan Trump sebagai hal yang negatif dalam jangka pendek, karena kemungkinan yang lebih besar untuk mengintensifkan kontrol ekspor dan sanksi terhadap sektor semikonduktor China.

    Selama masa jabatan Trump sebagai presiden, ia mengenakan tarif pada barang-barang China senilai miliaran dolar dan memberikan sanksi kepada konglomerat termasuk pembuat chip SMIC dan produsen telekomunikasi Huawei.

    “Sebagai pemrakarsa peningkatan komprehensif dalam pengendalian sains dan teknologi China, jika Trump kembali berkuasa industri semikonduktor domestik mungkin akan semakin ditekan,” tulis perusahaan pialang Topsperity Securities yang berbasis di Shanghai, dikutip dari Reuters, Senin (4/11/2024).

    Sementara itu Material Energy Times, mengatakan kebijakan unilateralis Trump mungkin juga akan menghadapi tantangan dan ketidak-kerjasamaan dari komunitas internasional.

    Sementara kebijakan yang akan diwarisi Harris dari Presiden Joe Biden berdampak dalam waktu jangka panjang, terkoordinasi, dan dapat diprediksi. Ini dapat membuat industri lebih stabil tapi lebih lama bagi industri semikonduktor China untuk kembali berdagang normal dengan AS.

    Terlepas dari siapa yang memenangkan pemilihan Presiden AS, sektor teknologi China jauh lebih berfokus pada produksi dalam negeri dan mandiri dibandingkan saat Trump atau Biden menjabat, menurut analis dan tinjauan data Reuters.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Waduh, Iran Bongkar Email Donald Trump Jelang Pilpres AS





    Next Article



    Konspirasi Donald Trump Ditembak, Netizen: Orang Dalam



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.