Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Donald Trump Ditembak Bikin Warga Malas Belanja Ecommerce
    Insight News

    Donald Trump Ditembak Bikin Warga Malas Belanja Ecommerce

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2024Updated:5 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa Amerika Serikat, Amazon, memperkirakan pendapatan ecommerce bakal lesu hingga beberapa bulan ke depan. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut menyalahkan Olimpiade dan peristiwa penembakan Donald Trump.

    Dalam percakapan dengan media soal laporan keuangan Q2/2024, CFO Amazon Brian Olsavsky menyatakan Amazon memperkirakan aktivitas belanja online selama Juli-September 2024 bakal lesu.

    Penyebabnya adalah perhatian para konsumen teralihkan oleh berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari percobaan pembunuhan Donald Trump dan pesta olah raga Olimpiade 2024 di Paris, Prancis.

    Olimpiade dijadwalkan berlangsung hingga 11 Agustus 2024. Setelah itu, lanjutnya, masih ada berbagai event menjelang hari pemilihan presiden Amerika Serikat pada November.

    “Konsumen hanya punya perhatian yang terbatas. Saat peristiwa besar terjadi, atau ada upaya pembunuhan dua pekan lalu, Anda melihat perhatian mereka bergeser ke berita. Ini semua soal perhatian yang teralihkan,” kata Olsavsky seperti dikutip dari CNBC International, Senin (5/8/2024). 

    Amazon merilis proyeksi pendapatan US$ 154 miliar hingga US$ 158,5 miliar pada Q3/2024. Artinya, titik tengah perkiraan tersebut tidak sesuai harapan investor. Setelah merilis proyeksi tersebut, saham Amazon anjlok 7 persen.

    Namun, ada faktor lain yang menyebabkan penurunan pendapat ecommerce adalah kecenderungan konsumen untuk membeli produk yang harganya lebih murah. Akibatnya, rata-rata nilai transaksi di ecommerce merosot.

    “Konsumen terus membeli barang yang lebih murah setiap mereka bisa. Barang harga mahal seperti komputer atau elektronik seperti TV tumbuh lebih cepat dibanding platform lain, tetapi masih lebih lemah dari saat ekonomi kuat,” kata CEO Amazon Andy Jassy.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Kian Canggih! Ini Cara Bikin UKM Naik Kelas Dengan Teknologi CLoud





    Next Article



    Usai Ditembak, Donald Trump Posting Ini di Media Sosial



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.