Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Dokter Jantung Ungkap Penyebab Kematian Mendadak Saat Olahraga
    Inspiring You

    Dokter Jantung Ungkap Penyebab Kematian Mendadak Saat Olahraga

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juli 2024Updated:4 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Seringkali kita mendengar kematian seseorang mendadak saat berolahraga. Padahal olahraga seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan.

    Hal ini bahkan baru menimpa pebulutangkis muda China, Zhang Zhie Jie. Zhang meninggal karena henti jantung saat bertanding di Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior Championship 2024 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6/2024).

    Mengutip detikcom, salah satu penyebab meninggal mendadak setelah berolahraga diyakini karena jantung yang berhenti bekerja secara tiba-tiba. Konsultan kardiologi intervensi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Vireza Pratama, SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, menyebut untuk berhati-hati dalam menarik benang merahnya. Menurutnya, olahraga sebenarnya bukan penyebab keparahan suatu penyakit.

    “Sebaliknya, olahraga terbukti sejak lama dapat memperbaiki kondisi kesehatan tubuh kita, termasuk dapat memperbaiki status kesehatan sistem kardiovaskular,” kata dr Vireza. “Yang jadi masalah, sudah tepatkah olahraganya?,” tambahnya.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa olahraga pada orang awam, berbeda dengan olahraga pada atlet yang memang didesain dengan diet dan pola latihan yang khusus. Dari sisi kemampuan fisik pun, atlet punya performa yang tidak bisa disamakan dengan orang kebanyakan, walaupun atlit tersebut juga harus mengikuti pola latihan yang telah di buat oleh tim medis agar tetap aman.

    “Olahraga yang baik (bagi orang kebanyakan) adalah olahraga yang dilakukan dengan intensitas sedang, bukan olahraga berat,” ungkap dr Vireza.

    Penegasan ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia WHO, yang menganjurkan olahraga tipe aerobik dengan intensitas sedang selama 130-300 menit tiap pekan bagi orang dewasa. Anjuran ini setara dengan durasi 30-60 menit sehari sebanyak 3-5 kali sepekan.

    Faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah kondisi tubuh secara individual. Apabila punya kondisi tertentu misalnya riwayat penyakit jantung, maka porsi dan jenis olahraganya juga perlu disesuaikan.

    “Kalau memang perlu, kita periksakan status kesehatan kita di rumah sakit,” saran dr Vireza.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: CEO The Body Shop Indonesia Blak-blakan Soal Bangkrut di AS





    Next Article



    6 Ciri Penyakit Jantung Pria yang Sering Diabaikan, Apa Saja?



    (Sumber: CNBC.com )

    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.