Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dituduh Bantu Pangeran Arab, Mantan Pegawai Twitter Masuk Bui
    Insight News

    Dituduh Bantu Pangeran Arab, Mantan Pegawai Twitter Masuk Bui

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Agustus 2022Updated:10 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang mantan karyawan Twitter Ahmad Abouammo dinyatakan bersalah karena telah menjadi mata-mata untuk pemerintah Arab Saudi

    Warga Amerika Serikat tersebut juga dihukum oleh juri konspirasi karena melakukan penipuan kawat, pemalsuan catatan dan pencucian uang. Dia menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara.

    Menurut laporan Bloomberg yang dikutip dari TechCrunch, Rabu (10/8/2022) Abouammo bekerja di bidang kemitraan media di Timur Tengah untuk Twitter dari 2014 hingga 2015. Menurut tuntutan jaksa federal Amerika Serikat, dia dan karyawan Twitter lainnya, Ali Alzabarah, didekati oleh pemerintah Saudi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka menawarkan uang tunai dan barang mewah untuk memantu mengumpulkan informasi pribadi para pengguna Twitter yang “menarik”.

    Alzabarah, seorang insinyur di perusahaan tersebut, melarikan diri ke Arab Saudi untuk menghindari persidangan.

    Mengingat hubungannya dengan pemerintah Saudi, Twitter mengirimkan peringatan kepada beberapa pengguna bahwa akun mereka telah ditargetkan oleh aktor yang disponsori negara tahun 2015.

    Dalam persidangan, penuntut berpendapat bahwa seorang anggota terkemuka dari pemerintahan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta bantuan Abouammo untuk menyelidiki musuh-musuhnya.

    Dalam kerja sama itu, Abouammo diduga mengumpulkan informasi pribadi termasuk tanggal lahir, alamat email, dan nomor telepon para pengkritik pemerintah Saudi dan mengirimkan data itu ke kontaknya di sana.




    Foto: AP/Richard Drew

    Pembelaan Abouammo menyatakan bahwa dia hanya mengakses informasi tersebut sebagai bagian dari tugas kerja rutinnya di Twitter.

    Pada tahun 2018, agen pemerintah Saudi membunuh dan memutilasi Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Washington Post, warga negara AS yang sering mengkritik rezim tersebut.

    Terlepas dari banyaknya bukti bahwa putra mahkota memerintahkan pembunuhan itu untuk membungkam musuh politik, AS mempertahankan hubungan baik dengan pemerintah Saudi.

    Menurut Bloomberg, penuntut tidak diizinkan untuk menginstruksikan juri memberikan hukuman kepada Pemerintah Arab Saudi.

    Namun mereka dapat menunjukkan perilaku pemerintah Saudi melalui saksi, termasuk seorang wanita yang menggambarkan bagaimana saudara laki-lakinya menghilang pada tahun 2018 setelah mengkritik Arab Saudi di Twitter.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Drama Twitter: Kinerja Keuangan, Saham, hingga Elon Musk

    (dem)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.