Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Disemprot Joe Biden, Raksasa AS Bandel Jual Chip ke China
    Insight News

    Disemprot Joe Biden, Raksasa AS Bandel Jual Chip ke China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Desember 2023Updated:7 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden makin buka-bukaan soal kompetisi dalam mendominasi sektor teknologi melawan China. Pekan ini, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo memberi peringatan ke Nvidia.

    Raimondo mengimbau Nvidia agar tak membuat chip dengan rancangan spesifikasi khusus demi bisa menjualnya ke China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, kebijakan blokir yang dicanangkan AS ke China saat ini memang fokus ke chip canggih untuk mengembangkan teknologi AI. Artinya, raksasa chip AS seperti Nvidia bisa mengakali aturan itu dengan menjual chip ‘tak canggih’ ke China.

    Masalahnya, chip tak canggih sekalipun dikhawatirkan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan AI. Hal ini yang membuat Raimondo ngamuk dan memberi peringatan tegas ke Nvidia.

    Di sisi lain, China merupakan salah satu pasar penting bagi produsen chip AS. Menanggapi hal ini, CEO Nvidia Jensen Huang akhirnya buka suara.

    Ia mengatakan Nvidia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah AS untuk memastikan chip yang dijual ke pasar China tak melanggar aturan pembatasan ekspor.

    Nvidia telah mengantongi kerja sama untuk menyokong 90% pasar chip AI di China. Nilainya mencapai US$ 7 miliar, dikutip dari Reuters, Rabu (6/12/2023).

    Kebijakan AS akan menyulitkan ruang gerak Nvidia. Analis memprediksi aturan ketat tersebut bisa jadi membuka peluang bagi industri chip China untuk mengambil pasar Nvidia.

    Bulan lalu, Reuters melaporkan bahwa Nvidia telah memberi tahu pelanggannya di China soal penundaan distribusi chip AI khusus di negara tersebut hingga kuartal pertama 2023.

    Huang menolak berkomentar soal ini.

    “Nvidia terus berdiskusi dengan pemerintah AS untuk menciptakan produk yang benar-benar sesuai dengan regulasi,” kata dia dalam sebuah konferensi di Singapura.

    “Rencana kami saat ini adalah terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk menemukan cara mengembangkan produk baru yang sesuai aturan. Tentu saja akan ada beberapa pembatasan pada produk itu,” ia menjelaskan lebih lanjut.

    Sebelumnya, pada pertemuan investor November lalu, Nvidia terang-terangan mengatakan akan melihat penjualan di kuartal IV yang menurun gara-gara pemblokiran AS.

    Huang mengatakan kontribusi China terhadap total pendapatan Nvidia saat ini sebesar 20%. Tak dijelaskan seberapa besar porsi itu akan berkurang pasca aturan pemblokiran AS berlaku.


    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Ketemu Xi Jinping, Tanda Perang Chip Berakhir?

    (fab/fab)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.