Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Disebut Penyebab Banjir Semarang, Apa Itu Squall Line?
    Insight News

    Disebut Penyebab Banjir Semarang, Apa Itu Squall Line?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Semarang direndam banjir sejak Rabu (13/3/2024) setelah diguyur hujan lebat seharian.

    Menurut Pakar Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyebut banjir ini disebabkan fenomena squall line.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam akun Twitter nya, Erna mengatakan, hujan lebat di Semarang ini tak lepas dari andil bibit siklon 18S yang bergerak lambat. Dikarenakan bergerak lambat, bibit siklon ini memicu banyaknya pembentukan badai squall line.

    “Sejak awal (11 Maret) dari prediksi berbasis model skala meso yg kami kembangkan bahwa vorteks (091S) yg berubah jadi bibit siklon 18S akan cenderung bergerak lambat dengan orientasi dari barat menuju timur. Hal ini karena tekanan rendah di timur yg kini telah jadi dua vorteks (pusaran),” kata Erma di akun Twitter miliknya @EYulihastin, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (15/3/2024).

    “Pergerakan yang lambat dan tidak segera menjauh menuju Australia inilah yg telah memicu propagasi hujan yg kuat dan maraknya pembentukan badai squall line pemicu hujan persisten berhari-hari bahkan intensitas hujan pun bisa ekstrem, yg disertai angin kencang,” tambahnya.

    Lalu, apa itu squall line?

    Menurut situs National Weather Service (NWS), yang merupakan BMKG-nya Amerika Serikat, squall line adalah sekelompok badai yang tersusun dalam satu garis. Fenomena ini sering kali disertai dengan badai angin kencang dan hujan lebat.

    Squall line cenderung lewat dengan cepat dan panjangnya bisa ratusan mil tetapi biasanya lebarnya hanya 10 atau 20 mil.

    “Terkadang badai petir akan terbentuk dalam garis yang dapat memanjang ke samping hingga ratusan mil. ‘Garis badai’ ini dapat bertahan selama berjam-jam dan menghasilkan angin dan hujan es yang merusak,” menurut pernyataan NWS.

    Aliran udara ke atas yang terjadi terus-menerus terbentuk kembali di depan sistem badai. Tak jarang hujan dan hujan es mengikutinya. Aliran naik dan turun badai di sepanjang garis badai ini bisa menjadi sangat kuat.

    Meskipun bagian depan garis badai terkadang membentuk tornado, hal ini dapat menghasilkan kerusakan akibat angin “garis lurus”, akibat kekuatan aliran udara ke bawah yang menyebar secara horizontal saat mencapai permukaan Bumi.


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.