Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dipecat Gara-Gara Israel, Eks Karyawan Google Balas Dendam
    Insight News

    Dipecat Gara-Gara Israel, Eks Karyawan Google Balas Dendam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2024Updated:5 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekelompok mantan karyawan Google mengajukan gugatan ke Dewan Ketenagakerjaan AS. Mereka mengatakan pemecatan 50 karyawan Google yang memprotes kontrak Google dengan pemerintah Israel melanggar aturan.

    Menurut dokumen gugatan, kelompok mantan karyawan mengatakan Google telah melanggar hak pekerja di bawah hukum ketenagakerjaan AS untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, Google mengumumkan pemecatan terhadap 28 karyawan yang dinilai melakukan disrupsi di salah satu kantornya. Karyawan melakukan aksi demo terhadap Project Nimbus dengan kontrak senilai US$ 1,2 miliar bersama pemerintah Israel.

    Selanjutnya, pekan lalu Google kembali memecat lebih dari 20 karyawan, masih dalam rangkaian aksi protes tersebut.

    Dalam pernyataan resmi, Google mengatakan tindakan para karyawan tidak bisa ditolerir karena mengancam keamanan bekerja karyawan lain.

    “Kami telah mengonfirmasi bahwa setiap orang yang dipecat secara langsung atau tak langsung terlibat dalam aksi disruptif di kantor kami,” kata Google.

    Para karyawan yang protes menuduh proyek Google membantu pengembangan alat militer Israel untuk melakukan genosida di Gaza. Sementara itu, Google mengatakan kontrak Project Nimbus tidak relevan dengan tuduhan tersebut.

    Zelda Montes, mantan karyawan Google yang ditahan dalam aksi protes tersebut, mengatakan pemecatan Google merupakan bentuk pembungkaman terhadap karyawan.

    “Google mencoba menyebarkan ketakutan di antara pekerja,” kata dia, dikutip dari Reuters, Kamis (5/1/2024).

    Dalam gugatan ke Dewan Ketenagakerjaan, para mantan karyawan meminta Google mengembalikan pekerjaan mereka dan memberikan pernyataan tak akan melanggar hak pekerja di kantor.

    Dewan Ketenagakerjaan AS tengah mengkaji gugatan tersebut dan mengatakan berupaya mencari solusi terbaik.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.