Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dilarang Pakai Emoji Jempol, Gen Z Ungkap Arti Buruknya
    Insight News

    Dilarang Pakai Emoji Jempol, Gen Z Ungkap Arti Buruknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 September 2024Updated:2 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Anda masih merespons chat orang lain dengan emoji jempol? Mungkin Anda perlu berpikir ulang menggunakannya.

    Emoji ini kadang digunakan merujuk pada respons “iya”, “siap”, atau “baik”. Namun banyak gen Z, orang yang lahir di akhir 1990-an dan awal 2010-an, yang tidak begitu menyukai respons emoji jempol ini.

    Bahkan mereka meminta menyetop penggunaan emoji tersebut. Karena banyak dari gen Z yang menyebut respons itu cukup buruk.

    Melansir Ladbible, respons itu ramai dibicarakan dalam sebuah unggahan di Reddit. Seorang pengguna menceritakan dalam pekerjaannya yang menggunakan Microsoft Teams, banyak pegawai yang hanya memberikan emoji jempol untuk memberikan reaksi.

    Pengguna itu mengaku tak sering menggunakan respons jempol. Melainkan dengan reaksi likes atau suka hingga membalas dengan kata-kata seperti ‘hebat’ dan ‘terima kasih’.

    “Ngomong-ngomong, menurut saya wajar memberikan jempol, namun saya merasa itu respons yang meresahkan. Apakah ada orang lain yang merasakannya juga?” tulis pengguna itu.

    Kolom komentar dipenuhi dengan orang-orang yang merasakan hal serupa. Ada yang menyebut respons dengan emoji jempol sebagai sesuatu yang buruk dan tidak sopan.

    “Sangat tidak sopan jika seseorang hanya mengirimkan Anda jempol. Saya juga mengalami kesulitan menyesuaikan diri,” tulis seorang pengguna.

    Beberapa pengguna menyebutnya sebagai perilaku pasif-agresif. Namun ada juga yang mengomentarinya sebagai perbedaan budaya komunikasi antar generasi saja.

    Banyak juga yang tidak setuju dengan penilaian buruk soal respon menggunakan emoji jempol. Karena emoji bisa mewakili apa yang ingin dikatakan penerima pesan.

    “Itu cara mengatakan ‘saya telah membaca pesan Anda dan tidak ada yang perlu ditambahkan’,” kata pengguna lain.

    “Pasif agresif? Anda serius atau bercanda? Itu hanya jempol ke atas?” tulis salah satu pengguna.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Cuan Bisnis Marketplace Konten Digital Kala Daya Beli Mulai “Loyo”


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.