Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dikepung China, Amerika Suruh Warga Pakai WhatsApp Cs
    Insight News

    Dikepung China, Amerika Suruh Warga Pakai WhatsApp Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2024Updated:5 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penyedia layanan internet dan seluler Amerika Serikat sedang diserbu oleh hacker China. Kondisi ini membuat pejabat AS mewanti-wanti agar warga AS beralih ke aplikasi chat yang terenkripsi seperti WhatsApp dan Telegaram.

    Kabar soal aksi hacker terkait China dilaporkan oleh FBI. Pembobolan sistem telekomunikasi AS oleh hacker China disebut bertujuan untuk mencuri arsip dan informasi rahasia yang bisa mengancam keamanan nasional AS.

    Hacker AS diketahui sudah berusaha menembus sistem keamanan teknologi informasi AS paling tidak selama 8 bulan. Sampai saat ini pun, mereka “masih ada” di jaringan internet dan telekomunikasi AS.

    Menurut FBI, serangan China menyasar pejabat tinggi pemerintah AS dan saluran komunikasi penegak hukum. Hacker disebut mampu mencuri sejarah panggilan telepon dan SMS, bahkan melakukan pencegatan telepon yang masuk ke nomor tertentu.

    Perwakilan pemerintah AS telah bertemu dengan petinggi perusahaan telekomunikasi AS dan ahli-ahli keamanan siber.

    Jeff Greene, pejabat Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur AS, mengusulkan agar warga AS menggunakan platform terenkripsi untuk berkomunikasi, kapan saja dimungkinkan.

    Ia menyatakan “enkripsi adalah temanmu” dan “saran kami adalah hindari menggunakan SMS.” Beberapa aplikasi chat seperti WhatsApp, Signal, dan Telegram telah menyatakan bahwa platform mereka menggunakan panggilan suara dan chat yang dilindungi enkripsi.

    “[Karena] tak mungkin kita bisa memprediksi kapan kita bisa mengusir mereka sepenuhnya,” kata Greene.

    Posisi Greene berbanding terbalik dengan posisi pemerintah AS sebelumnya. Otoritas keamanan di AS sebelumnya merasa enkripsi justru menyulitkan penyelidikan dan upaya menjaga keamanan nasional.

    Direktur FBI Chris Wray bahkan pernah menyatakan enkripsi sebagai “permasalahan keselamatan publik.” Penegak hukum AS juga pernah meminta Apple untuk membongkar enkripsi iPhone yang menjadi pusat investigasi kriminal.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kesiapan Industri Telco Dukung Ambisi Digitalisasi Era Prabowo





    Next Article



    Modus Penipuan Whatsapp Terbaru, Jangan Sampai Jadi Korban



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.