Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dijegal Trump & Biden, Begini Kondisi Terbaru Huawei
    Insight News

    Dijegal Trump & Biden, Begini Kondisi Terbaru Huawei

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Maret 2022Updated:29 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Huawei melaporkan penurunan pendapatan tahunan pertamanya pada 2021. Namun di sisi lain, laba perusahaan juga melonjak mencapai 75,9% menjadi 113,7 miliar yuan (Rp 256,4 triliun).

    “Meskipun terjadi penurunan pendapatan tahun 2021, kemampuan kami menghasilkan keuntungan dan menghasilkan arus kas meningkat, dan kami lebih mampu menghadapi ketidakpastian,” kata Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (29/3/2022).

    Pada tahun 2021, pendapatan Huawei mencapai 636,8 miliar yuan (Rp 1.436 triliun). Jumlah itu mengalami penurunan 28,5% dari tahun ke tahun.

    CNBC Internasional mencatat ini adalah penurunan pendapatan tahunan pertama berdasarkan laporan yang tersedia untuk umum sejak 2002 lalu.

    Meng Wanzhou menjelaskan alasan utama penurunan ini. Yakni mulai dari sanksi AS, tantangan kontinuitas pasokan serta permintaan 5G melambat di China.

    Saat pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan Donald Trump, dimasukkan ke dalam daftar hitam negara itu. Daftar entitas itu membatasi perusahaan-perusahaan AS mengekspor komponen serta software utama ke perusahaan tersebut.

    Washington juga telah memotong akses Huawei ke chip kelas atas yang diperlukan untuk smartphone dan perangkat keras lain. Akibat kebijakan itu berdampak pada pangsa pasar smartphone Huawei.

    Peralatan telekomunikasi untuk 5G juga tidak digunakan negara lain, akibat AS menyebut Huawei sebagai ancaman keamanan nasional.

    Divisi Konsumen Huawei, yang menjual smartphone dan produk lainnya memiliki pendapatan 243,4 miliar yuan (Rp 548,9 triliun) atau turun 50% yoy tahun lalu. Bisnis operator turun 7% tahun lalu menjadi 281,5 miliar yuan (Rp 634,7 triliun).

    Satu titik terang adalah unit bisnis termasuk cloud computing. Untuk melawan sanksi AS, perusahaan berinvestasi di bidang termasuk pada industri otomotif dan memperkerjakan lebih banyak ilmuwan untuk mengembangkan teknologi.

    Huawei menghabiskan 142,7 miliar yuan (Rp 321,7 triliun) untuk penelitian dan pengembangan tahun lalu. Ini bertambah sedikit dari tahun lalu sebesar 141,9 miliar yuan (Rp 320 triliun).

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.