Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dihack, Binance Hentikan Sementara Penarikan Dana Pengguna
    Insight News

    Dihack, Binance Hentikan Sementara Penarikan Dana Pengguna

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2022Updated:2 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa bursa kripto Binance dilaporkan diretas. Chief Excutive Officer, Changpeng Zhao mengatakan platform akan menunda sementara penarikan dana pengguna.

    Binance dilaporkan diserang pada operator Web 3 yakni Ankr dan Hay. Zhao mengatakan kemungkinan peretas melakukan pembaruan pada smart contract.

    “Analisis awal adalah kunci pribadi pengembang diretas, dan hacker memperbarui smart contract menjadi lebih jahat,” tulis Zhao, dikutip dari Reuters, Jumat (2/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Zhao menjelaskan jika telah menghentikan penarikan. Selain juga membekukan US$3 juta (Rp 46,2 miliar).

    “Binance menghentikan beberapa jam lalu. Juga membekukan sekitar US$3 juta yang dipindahkan hacker ke CEX kami,” ungkapnya.

    Melansir Mint, sekitar US$123 juta aset disimpan di Ankr. Platform sekarang tengah melakukan kerja sama dengan bursa untuk menghentikan perdagangan yang terdampak.

    Coindesk melaporkan Ankr mengalami serangan akibat bug dalam kodenya. Dengan begitu membuat token bisa dicetak tanpa batas.

    Menurut spesialis keamanan Blockchain PeckShield, serangan tersebut kemungkinan melakukan eksploitasi software bug untuk mencetak token dalam jumlah besar. Berikutnya akan mengubah token menjadi koin lain, sebagai cara menghilangkan barang curian digital.

    Serangan tersebut menambah panjang daftar peretasan di sektor kripto tahun ini. Nilainya telah mencapai lebih dari US$3 miliar (Rp 46,2 triliun).

    Catatan spesialis Blockchain, Chainalysis menyebutkan jumlah tersebut menjadi rekor kejadian eksploitasi dengan aset digital.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bos Binance Paling Alergi Disebut Perusahaan China, Kenapa?

    (npb/roy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.