Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Digital Rupiah Siap Meluncur, Ini Update Terbaru BI!
    Insight News

    Digital Rupiah Siap Meluncur, Ini Update Terbaru BI!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Januari 2023Updated:30 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) membawa kabar terbaru mengenai rupiah digital. Setelah bertemu dengan pemain besar, pada Juli 2023 akan meluncurkan proof of concept digital rupiah atau dokumen realisasi metode rupiah digital.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo pada acara Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia (LTABI) 2022, Senin (30/1/2023).

    “Kami sudah ketemu dengan pemain-pemain besar yang kami pandang punya kemampuan untuk menjadi wholesaler,” ujarnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Insya Allah nanti sekitar Juli, kami akan keluarkan proof of concept untuk digital rupiah. Mempersiapkan Indonesia sebagai negara Indonesia maju dengan digital, digitalisasi pembayaran, dan digitalisasi rupiah,” jelas Perry lagi.

    Proof of concept rupiah digital, merupakan dokumen lanjutan dari White Paper Rupiah Digital yang sudah diluncurkan BI pada akhir November 2022 silam.

    Seperti diketahui, nantinya uang digital yang dienkripsikan dan dicatat dalam Khazanah Rupiah Digital akan memanfaatkan teknologi blockchain atau distributed ledger technology (DLT). Implementasi rupiah digital akan dilaksanakan dengan tiga tahapan.

    Tahap pertama adalah wholesale rupiah digital. Distribusi itu akan dilakukan melalui lembaga jasa keuangan besar, baik bank maupun non-bank, yang akan ditunjuk secara terbatas oleh BI sebagai wholesaler.

    Untuk memperoleh wholesale rupiah digital, pihak-pihak tersebut perlu mengonversi rekening giro di BI.

    Kedua, perluasan wholesale rupiah digital untuk mendukung operasi moneter dan pengembangan pasar keuangan.

    Ketiga, pengembangan interaksi wholesale rupiah digital dengan retail CBDC (r-CBDC) atau r-Digital Rupiah. Dalam tahap ini, R-Digital Rupiah sudah bisa digunakan masyarakat luas layaknya uang kertas dan uang logam.

    Masyarakat bisa memperoleh r-Digital Rupiah dengan menukar uang kertas dan uang logam, rekening giro atau tabungan di perbankan, atau saldo uang elektronik dengan r-Digital Rupiah lewat perantara yang ditunjuk BI.

    Sehingga nantinya, Indonesia akan memiliki tiga alat pembayaran yang sah, yakni uang kartal seperti uang kertas atau logam yang saat ini masih berlaku. Kemudian uang dalam bentuk kartu seperti debit, kredit, atau e-money. Terakhir adalah uang digital atau rupiah digital.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Simak! Alasan BI Terbitkan Rupiah Digital, Saingi Bitcoin?

    (cap/cap)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.