Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Didepak Musk, Eks Pegawai Twitter Diburu Perusahaan Teknologi
    Insight News

    Didepak Musk, Eks Pegawai Twitter Diburu Perusahaan Teknologi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2022Updated:22 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Konflik yang muncul di Twitter Inc mulai memberikan peluang bagi perusahaan teknologi lain untuk memikat ribuan mantan karyawan Twitter.

    Seperti diketahui, setelah menjadi pemilik baru Twitter, Elon Musk tak segan langsung memecat ribuan karyawan perusahaan media sosial ini.

    Salah satu perusahaan teknologi yang memburu eks karyawan Twitter yaitu Hubspot, perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat (AS). Katie Burke, Chief People Officer perusahaan tersebut membuka lowongan di postingan LinkedIn sambil mengecam keputusan Musk memecat karyawannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebagai seorang pemimpin, dikritik adalah bagian dari pekerjaan Anda,” tulisnya di postingan LinkedIn, dikutip dari Reuters, Selasa (22/11/2022).

    “Pemimpin hebat mengakui debat dan ketidaksepakatan membuat Anda lebih baik dan merupakan bagian dari proses. Jika Anda menginginkan tempat di mana Anda dapat tidak setuju (tentu saja dengan cara yang baik dan jelas) dengan orang-orang, HubSpot membuka lowongan,” tuturnya.

    Hingga Senin malam (21/11/2022), postingan Burke telah mendapatkan lebih dari 35.000 reaksi positif di Linkedin.

    Perusahaan lain juga ikut mengambil pendekatan serupa seperti Hubspot. Amanda Richardson, CEO startup perangkat lunak perekrutan CoderPad, juga menerbitkan surat terbuka untuk para pengguna Twitter.

    “Di CoderPad, kami yakin keahlian Anda menunjukkan segalanya. Bukan di mana Anda duduk. Tidak jika Anda tidur di tempat kerja. Tidak bekerja 7 hari seminggu selama 18 jam sehari,” tulis surat terbuka tersebut.

    Michael Weening, CEO perusahaan cloud dan perangkat lunak AS, Calix, menggambarkan peristiwa di Twitter cukup mengganggu. Ia juga berjanji kepada karyawan baru bahwa mereka akan menikmati budaya perusahaan yang berbeda dalam postingan serupa di Linkedin.

    “Dari sudut pandang kami, ini adalah peluang besar, karena orang-orang yang sebelumnya tidak mau berbicara dengan kami kecewa dan melihat,” kata Weening.

    “Budaya beracun membuat orang berkata, ‘Tidak lagi’.”

    Seperti diketahui, Twitter telah memecat pekerja eksekutif dan memberlakukan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul pengambilalihan platform media sosial oleh Musk.

    Sekitar setengah dari tenaga kerja atau sekitar 3.700 karyawan telah di-PHK. Sementara ratusan lainnya dilaporkan telah berhenti sebagai akibat dari reformasinya yang menyeluruh.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Gaya Santai Parag Agrawal, CEO Twitter yang Dipecat Elon Musk

    (wia)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.