Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diblokir Joe Biden, China Tiba-tiba Merapat ke Negara Ini
    Insight News

    Diblokir Joe Biden, China Tiba-tiba Merapat ke Negara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 September 2024Updated:3 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – China akan mendorong 50 negara Afrika untuk segera melakukan pembelian sebelum pembatasan Amerika Serikat berlaku pada ekspor seperti kendaraan listrik dan panel surya, dengan insentif pinjaman dan investasi.

    Permintaan itu akan disampaikan pada pertemuan puncak yang dilaksanakan minggu ini di Beijing.

    Namun, puluhan pemimpin Afrika yang tiba di ibu kota China itu bukan target yang mudah.

    Mereka ingin mendengar bagaimana rencana China untuk memenuhi janji tersebut. Sebab pada pertemuan 2021 lalu, ada janji yang tak mereka penuhi untuk membeli barang senilai US$300 miliar.

    Mereka juga akan mencari jaminan mengenai kemajuan proyek infrastruktur yang didanai China yang belum tuntas, seperti jalur kereta api yang dirancang untuk menghubungkan kawasan Afrika Timur.

    “Hadiah ini akan diberikan kepada negara-negara yang telah mempelajari dengan saksama perubahan di China dan menyelaraskan proposal mereka dengan prioritas baru China yang ramping,” kata Eric Olander, salah satu pendiri China-Global South Project, dikutip dari Reuters, Senin (2/9/2024).

    “Itu merupakan permintaan yang berat bagi sebuah benua yang secara umum memiliki tingkat ketergantungan yang sangat rendah dengan China,” imbuhnya.

    China, sebagai pemberi pinjaman, investor, dan mitra dagang terbesar di Afrika, mulai meninggalkan pendanaan proyek-proyek besar di benua yang kaya sumber daya itu. Mereka lebih memilih menjual teknologi canggih dan hijau produksi perusahaan-perusahaan China.

    Ketika pembatasan Barat terhadap ekspor CHina mulai berlaku, prioritas utama Beijing adalah mencari pembeli untuk kendaraan listrik dan panel surya, serta membangun basis produksi di luar negeri untuk pasar negara berkembang.

    China telah mulai mengubah ketentuan pinjamannya ke Afrika, menyisihkan lebih banyak dana untuk tenaga surya, pabrik kendaraan listrik, dan fasilitas Wi-Fi 5G, sembari mengurangi pembangunan jembatan, pelabuhan, dan jalur kereta api.

    Tahun lalu, China menawarkan 13 pinjaman masing-masing sebesar US$ 4,2 miliar kepada 8 negara Afrika dan dua bank regional sekitar US$500 juta untuk proyek pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tesla Dipermalukan Dalam Pameran Robot China





    Next Article



    Blokir Joe Biden Sia-Sia, Raksasa AS Jualan di China Pakai Akal Bulus



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.