Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diam-diam ‘Kiamat’ Teller Cs Bank Dimulai, Ini Dia Buktinya
    Insight News

    Diam-diam ‘Kiamat’ Teller Cs Bank Dimulai, Ini Dia Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2022Updated:15 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama pandemi Covid-19, kita melihat disrupsi digital yang dilakukan dengan cepat. Masyarakat dunia membuat dirinya lebih adaptif dengan dunia digital.

    Banyak sektor yang mengalami disrupsi digital, termasuk di antaranya sektor perbankan karena setiap bank harus menjadi bank digital di masa depan. Nampaknya hal ini akan berdampak pada karyawan bank, termasuk mereka yang menjadi teller dan back office.

    Diperkirakan dengan adanya disrupsi digital, pekerjaan-pekerjaan itu akan hilang. Mengancam jutaan orang yang bekerja dalam sektor tersebut.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani juga buka suara soal masalah tersebut. Dia menyebut disrupsi dan transformasi digital bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga menjadi tantangan secara global.

    Selain itu, disrupsi digital memang menghilang beberapa pekerjaan yang di saat bersamaan juga memunculkan ekonomi-ekonomi baru.

    “Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang katakanlah tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

    Transformasi digital dan kesiapan penduduk tanah air menjadi perhatian pemerintah, ungkapnya. Terlebih Indonesia memiliki bonus demografi hingga tahun 2030, yakni pertumbuhan kelas produktif terus meningkat.

    Pemerintah melakukan beberapa pendekatan sebagai cara menyiapkan generasi muda. Salah satunya dari sisi pendidikan dengan menyiapkan anggaran fungsi pendidikan senilai Rp 550 triliun tahun ini.

    Pembangunan infrastruktur digital sebagai tulang punggung ekonomi digital juga dilakukan. Untuk itu pemerintah membutuhkan investasi besar dari satelit hingga membangun menara base transceiver station (BTS).

    “Mengenai training yang lain kita terbuka. Kita punya kartu Prakerja, ini sebenarnya untuk menyapu mana yang dibutuhkan masyarakat, banyak di antara pelaku dan provider itu mulai memunculkan banyak pilihan,” kata Sri Mulyani.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    “Kiamat Teller Bank” RI Tak Terelakkan? Begini Situasinya!

    (npb)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.