Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diam-diam China Bikin Blockchain Sendiri, Tanda Apa Ini?
    Insight News

    Diam-diam China Bikin Blockchain Sendiri, Tanda Apa Ini?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2022Updated:16 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah China dilaporkan membuat platform Blockchain sendiri. Disebut Jaringan Layanan Berbasis Blockchain (BSN), platform itu diperuntukkan untuk memfasilitasi penyebaran teknologi Blockchain perusahaan.

    Presiden Xi Jinping pernah menyatakan ketertarikan dengan teknologi ini dan berharap bisa merebut peluang. Pada 2019, dia menyatakan Blockchain merupakan terobosan penting dalam inovasi independen dari teknologi inti.

    Sejak saat itu, Blockchain telah menjadi prioritas nasional untuk China. Dibandingkan dengan teknologi lain seperti semikonduktor.

    CNBC Internasional menuliskan produk BSN diperuntukkan untuk perusahaan. Khususnya bagi yang mengoperasikan infrastruktur cloud computing, dikutip Senin (16/5/2022).

    Laman tersebut mencontohkan bisa saja dari pemain industri cloud publik besar seperti Amazon atau Microsoft. Selain itu perusahaan yang menjalankan cloud atau intranet pribadi juga bisa menggunakannya.

    BSN juga disebut sebagai toko serba ada dalam penyebaran aplikasi Blockchan di cloud. Selain itu juga mencoba memecahkan masalah pada industri: interoperabilitas, atau membuat Blockchain yang berbeda bekerja satu sama lain.

    Sebagai contoh, dua bank memiliki aplikasi yang dibangun pada platform Blockchain yang berbeda. Dengan infrastruktur BSN, keduanya bisa dioperasikan karena menjembatani berbagai Blockchain.

    Untuk perusahaan yang ingin menggunakan beberapa aplikasi Blockchain di organisasinya, produk ini memungkinkan melakukannya lewat vendor cloud yang digunakan daripada menginstal sekelompok server baru untuk membangun produk Blockchain.

    Karena China melarang aktivitas terkait cryptocurrency, dipastikan BSN tak terkait sama sekali.

    Sebagai informasi, salah satu pendiri BSN adalah startup Red Date Technology. Serta juga didukung oleh entitas yang berhubungan dengan pemerintah China, termasuk Pusat Informasi Negara (SIC), di bawah Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (NDRC).

    BSN sendiri berambisi untuk bisa mendunia. Namun hubungannya dengan pemerintah China dirasa bisa menyulitkan, terlebih karena pengawasan ketat otoritas setempat.

    “Sebagian dari kepentingan BSN adalah bahwa itu adalah usaha yang ambisius, Ambisi tersebut juga berarti telah mendapat pengawasan ketat karena koneksi pemerintah China,” kata Triolo dari Albright Stonebridge.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ikut Tren NFT, Line Masuk ke Blockchain dan Kripto

    (npb/roy)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.