Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Demo Besar Tolak Nyamuk Wolbachia di RI, Ada Apa?
    Inspiring You

    Demo Besar Tolak Nyamuk Wolbachia di RI, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 November 2023Updated:30 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sekelompok perwakilan masyarakat menggelar demo di depan kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023).

    Aksi ini dilakukan oleh Pegiat Kesehatan Kun Wardana dan Siti Fadilah Supari, Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat, Ketua Presidium Forum Negarawan Sri Eko Galgendu, juga sejumlah masa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Usai menjalankan aksinya beberapa perwakilan yang akhirnya melakukan dialog Kementerian PPN/Bappenas. Tuntutannya pun sama, mau menghentikan sementara program penyebaran nyamuk yang terpapar bakteri Wolbachia.

    “Tolong dihentikan dulu sampai ada kejelasan kalau misalnya ada yang salah kita terima tapi bagaimana kalau kita benar,” kata Pegiat Kesehatan Kun Wardana, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas.

    Menurutnya, sampai saat ini belum ada kajian yang jelas terkait program penyebaran nyamuk ini. Menurut analisanya, hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.




    Foto: Sekelompok perwakilan masyarakat menggelar demo di depan kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
    Sekelompok perwakilan masyarakat menggelar demo di depan kantor Kementerian PPN/Bappenas di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

    “Kenapa di Singapura, Srilanka, di Hawaii, Brasil, mereka mengatakan project Wolbachia ini gagal, bahkan menjadi satu outbreak. Ini kan berbahaya,” jelasnya

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menetapkan empat wilayah yang masuk ke dalam uji coba penyebaran nyamuk ber-wolbachia. Yakni Kupang Nusa Tenggara Timur, Bontang, Kalimantan Timur, Semarang Jawa Tengah, dan Jakarta Barat.

    Uji coba ini dilakukan usai penelitian yang sejak 2011 di Yogyakarta. Yakni oleh World Mosquito Program (WMP) dan didukung yayasan Tahija. Hasilnya pada tahun 2022 diklaim dapat menekan penyebaran kasus demam berdarah hingga 77% pada wilayah itu.

    “Pertanyaannya apakah hal yang tadi penelitian kecil ini dijadikan standar nasional, apakah sudah cukup?,” ia bertanya.

    (fab/fab)


    Ide Sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.