Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data Ungkap Banyak Orang Mau Hapus Instagram, Kenapa?
    Insight News

    Data Ungkap Banyak Orang Mau Hapus Instagram, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2023Updated:9 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ternyata banyak orang yang ‘muak’ dengan Instagram dan berniat menghapus aplikasi tersebut dari HP mereka. Setidaknya begitu menurut riset dari situs keamanan siber VPNOverview.

    Riset tersebut menganalisa tren pencarian untuk 30 alikasi terpopuler. Hasilnya, lebih dari 900.000 pencarian di internet yang menanyakan cara menghapus atau deaktif akun Instagram.

    Selanjutnya, sebanyak 385.410 pencarian menanyakan cara menghapus atau deaktif akun Facebook, dikutip dari Mashable, Kamis (9/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pencarian lainnya untuk menghapus akun Snapchat sebanyak 214.400 dan 92.490 untuk menghapus akun Twitter. Hanya 14.000 pencarian yang menanyakan cara menghapus akun TikTok.

    Belakangan, TikTok memang menjadi aplikasi paling populer di kalangan Gen Z. Bahkan, studi sebelumnya mengungkap generasi muda lebih pilih mencari informasi via TikTok ketimbang mesin pencari Google.

    Lantas, kenapa banyak orang ingin hengkang dari Instagram? Menurut laporan pada September 2022 lalu, Instagram mengungkap engagement di platformnya kian menurun.

    Hanya 10% dari influencer paling populer di 2023 yang menggunakan Instagram sebagai platform utama untuk berkreasi. Selain karena perpindahan tren ke TikTok, ternyata Instagram juga disebut membuat orang merasa buruk tentang dirinya sendiri.

    Riset Facebook beberapa saat lalu mengungkap bahwa Instagram dianggap berbahaya bagi para remaja. “Utamanya remaja perempuan,” ujar laporan tersebut, dikutip dari WSJ.

    Dalam laporan itu, 1 dari 3 remaja peremuan di AS mengaku punya persepsi buruk tentang penampilan mereka gara-gara banyak menghabiskan waktu di Instagram. Hal ini disebabkan interaksi yang intens dengan warganet yang indikatornya ditentukan jumlah like dan komentar.

    Selain itu, efek candu Instagram dianggap merusak mental para remaja. “Instagram sama halnya dengan media sosial lain dirancang tanpa batas. Anda bisa scrolling terus menerus,” dikutip dari studi American Psychological Association.

    Beberapa risiko dari terus-menerus aktif di Instagram antara lain depresi, body image, isu kepercayaan diri, kecemasan sosial, dan lainnya.

    Kendati demikian, Instagram masih tetap menjadi salah satu aplikasi terpopuler pada 2022 lalu. Meski banyak yang berniat menghapus media sosial tersebut, namun nyatanya ada 548 juta orang men-download Instagram sepanjang 2022, menurut data Business of Apps.

    Instagram menempati posisi kedua setelah TikTok yang di-download 672 kali tahun lalu. Setiap bulannya, rata-rata ada 11,8 juta orang men-download Instagram.


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.