Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data Sirekap Real Count KPU Banyak Ngaco, Ini Penjelasan Ahli
    Insight News

    Data Sirekap Real Count KPU Banyak Ngaco, Ini Penjelasan Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2024Updated:17 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penghitungan suara (real count) KPU masih terus berlangsung. Data diambil dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang di-input melalui aplikasi Sirekap.

    Namun, banyak laporan bahwa proses pemasukan data (entry data) di aplikasi Sirekap yang dikembangkan KPU bermasalah. Secara teknis, Sirekap menggunakan teknologi AI untuk membaca pola tulisan tangan dari formulir Model C1-Plano.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lalu, sistem Sirekap akan mengubah pola tulisan di kertas fisik menjadi data numerik digital. Namun, proses pemindaian (scan) data dari formulir Model C1-Plano banyak yang tak sesuai kenyataan lapangan.

    Hal ini diketahui dari maraknya video laporan netizen di X yang memperlihatkan proses pemindaian data tak sesuai.

    Ahli Data bernama Andi Pangeran kemudian membuat program proyek #JagaPemilu2024 dengan akses terbuka (open source) untuk menganalisa data tak valid yang masuk penghitungan KPU.

    Tool yang digunakan adalah Benthos, ClickHouse, dan Metabase. Adapun metodenya dengan mengumpulkan (crawling) data KPU terbaru, lalu disimpan di analytics database. Kemudian, dilakukan visualisasi dan penyaringan data.

    Dengan proses tersebut, Andi mencoba memberikan gambaran hasil penghitungan KPU jika data yang tak valid dihilangkan.

    Hasil sementara per 15 Februari 2024 pukul 09.00 WIB, ditemukan data masuk di penghitungan KPU sudah berasal dari 337.602 TPS (41,01%).

    Menurut dia, dari angka tersebut, 102.184 TPS terdaftar dan 3.241 TPS memiliki data yang tak valid.

    “#JagaPemilu2024 Helicopter view sebaran TPS yang tidak valid ini terdapat pada semua paslon, tetapi yang paling banyak pada paslon 02,” kata dia, dikutip dari akun X personalnya, Jumat (16/2/2024).

    Kendati demikian, setelah data eror dihilangkan, hasilnya paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran tetap unggul.

    [Gambas:Twitter]

    Penghitungan dengan Data Tak Valid

    Total Data: 21.439.901

    Pasangan 01: 5,244,869 suara (24.46%)

    Pasangan 02: 12,138,339 suara (56.62%)

    Pasangan 03: 4,056,693 suara (18.92%)

    Penghitungan Setelah Koreksi Data

    Total Data: 19.491.131

    Pasangan 01: 4,720,556 suara (24.22%)

    Pasangan 02: 11,153,402 suara (57.22%)

    Pasangan 03: 3,617,163 suara (18.56%)




    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.