Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dari Mana Asal Valuasi Startup dan Bagaimana Menghitungnya?
    Insight News

    Dari Mana Asal Valuasi Startup dan Bagaimana Menghitungnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2022Updated:5 Juli 2022Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Di dalam bisnis startup valuasi kerap menjadi acuan untuk mengukur keberhasilan. Misalnya, startup yang valuasinya sudah melampaui US$1 miliar yang diberikan label unicorn.

    Ketika memutuskan terjun ke dunia startup, para founder tentu sudah harus tahu apa itu valuasi dan bagaimana cara menghitungnya. Mengetahui valuasi startup akan memudahkan proses negosiasi bisnis dengan investor.




    Biasanya dari revenue itu dikali berapa sih buat jadi harga valuasinyaVenture Partner Init-6 Rexi Christopher

    Venture Partner Init-6, Rexi Christopher, menjelaskan pada dasarnya valuasi merupakan value atau harga dari sebuah perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk menentukan valuasi, para investor biasanya melihat dari current performance atau kinerja startup itu sendiri.

    Kebanyakan, untuk menentukan current performance, investor bertolak dari revenue atau pendapatan perusahaan.

    “Dari situ ada multiple, biasa kita pakai benchmark multiple, biasanya dari revenue itu dikali berapa sih buat jadi harga valuasinya. Bisa 3 kali 5 kali atau 10 kali,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (5/7/2022).

    Ia mencontohkan pada perusahaan SaaS (software-as-a-service) dengan pendapatan per tahun US$10 juta. Biasanya, para investor akan menentukan benchmark dari perusahaan SaaS tersebut.

    “Misalnya setelah kita benchmark kita tahu oh SaaS company ini dihargai sekitar 7-10 kali. Berarti range valuasinya mereka ada di sekitar US$70 juta-US$100 juta dolar,” jelas Rexi.




    Foto: Ilustrasi (Photo by Andrea Piacquadio)




    Salah satu faktor pertimbangan apakah nilai itu menjadi reasonable untuk si investorInvestment Analyst Alpha JWC, Dharmadi Gusanto

    Lalu, untuk siapa yang menentukan, lanjut Rexi, adalah kedua belah pihak. Pihak startup dan investor memiliki kesepakatan dan juga negosiasi di awal pada saat membicarakan valuasi

    “Iya, biasanya di awal karena kami nanya … ok kalian raising berapa dengan valuasi berapa. Jadi VC [venture capital] itu mendapatkan gambaran.” kata Rexi.

    Dharmadi Gusanto, Investments Analyst di Alpha JWC Ventures, memaparkan hal yang sama. Dari kacamata investor, ada beberapa metode yang bisa dilakukan. Pada umumnya metode yang dilakukan dengan menghitung cash flow yang bisa dihasilkan perusahaan. Investor akan melakukan proyeksi dan estimasi bisnisnya beberapa tahun ke depan.

    “Kami lihat nih berapa besar cash flow yang bisa di-generate, yang nanti kita hitung present value nya – nilai pada saat hari ininya,” ujarnya menjelaskan.

    Namun pada startup, biasanya metode itu kurang efektif, sebab secara bisnis masih cash flow negatif. Jadi akan banyak asumsi yang mungkin bisa sangat sensitif untuk perhitungan valuasi menggunakan cash flow.

    Biasanya ketika memberikan “nilai” startup yang pada umumnya masih di early stage, investor akan menghitung secara relatif terhadap suatu variabel yang dijadikan acuan. 

    “Ketika, misalnya, perusahaan ini sudah men-generate revenue US$1 juta. Berarti secara relatif kita sebutnya secara multiple karena kami melihatnya terhadap revenue, jadi kita sebutnya revenue multiple. Berarti revenue multiple perusahaan itu bernilai 5 kali dari revenue nya nih,” paparnya.

    Lalu, apakah valuasi 5 kali pendapatan ini bisa menjadi acuan? Para investor, jelas Dharmadi, biasanya membandingkan nilai tersebut terhadap revenue multiple di industri yang sama.

    Pada perusahan yang bergerak di bidang ride hailing, investor pasti akan membandingkan dengan perusahaan ride hailing lain, yaitu berapa multiple mereka.

    “Nah itu yang bisa jadi salah satu faktor pertimbangan apakah nilai 5 kali itu menjadi reasonable untuk si investor,” pungkasnya.

    Di sisi lain, saat akan penggalangan modal founder pasti memiliki estimasi berapa banyak modal yang dibutuhkan. Secara tidak langsung akan memberikan indikasi valuasi perusahaan tersebut layak untuk dihargai berapa.

    “Kalau secara simpel bagi founder saya mau galang berapa untuk berapa persen. Misalnya, saya mau himpun dana US$1 juta untuk 12 bulan ke depan, saya butuh sekarang. Namun, saya mau kasih berapa persen ownership, oh mau kasih 20% ownership pada investor,” papar Dharmadi. “Berarti, secara enggak langsung, founder bisa menilai perusahaan miliknya bisa dihargai sebesar US$5 juta, karena US$1 juta dari investor dihargai 20%.”

    Untuk cara lebih detail tentang penggunaan benchmark multiple, bisa silakan simak halaman berikut.

    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.