Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dari Disdus sampai Tokobagus, Startup RI yang Dulu Terkenal
    Insight News

    Dari Disdus sampai Tokobagus, Startup RI yang Dulu Terkenal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Desember 2022Updated:17 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup atau perusahaan rintisan kini sudah menjamur di Indonesia. Mereka datang dari berbagai bidang mulai dari ecommerce, transportasi, pendidikan, kesehatan dan banyak lainnya.

    Namun jika mundur ke belakang, saat startup jarang dilirik oleh orang, ada beberapa nama yang sudah lebih dulu hadir di industri ini. Sebut saja Kaskus dan Tokobagus yang namanya pasti sudah sering didengar masyarakat.

    Selain mereka ada siapa lagi startup generasi awal di Indonesia? Berikut selengkapnya, dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Tokobagus

    Bagi yang sudah lama mengikuti dunia digital pasti tak asing dengan nama Tokobagus. Startup ini didirikan oleh Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker pada 2005 silam. Saat itu hanya sedikit pemain yang ada di pasar ecommerce.

    Situs ini berhasil merebut perhatian khalayak dan pada tahun 2012, mereka memiliki lebih dari tiga juta anggota yang terdaftar dan lebih dari 1,4 juta macam barang yang dijual.

    Setelah melepas Tokobagus ke OLX, salah satu pendirinya Lupker kembali mencoba peruntungannya di e-commerce dengan membantu Chaim Fetter membesarkan Jualo.com

    Namun tahun 2018, Lupker meninggal dunia di usia 49 tahun Remco menghembuskan nafas terakhirnya di tanah kelahirannya, Heesch, Belanda, setelah berjuang cukup lama melawan kanker paru-paru yang dideritanya.

    2. Kaskus

    Nama Kaskus tak bisa dilepaskan dari dunia startup Tanah Air. Namanya cukup melegenda hingga saat ini. Kaskus didirikan pada 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat.

    Mulanya Andrew Darwis, Ronald, dan Budi membuat Kaskus untuk memenuhi tugas kuliah mereka. Situs ini bertujuan untuk mengobati kerinduan mahasiswa Indonesia di luar negeri akan Indonesia melalui berita-berita Indonesia yang diterjemahkan.

    Pada tahun 2008, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata memutuskan untuk mengelola Kaskus secara profesional. Situs Kaskus dan infrastuktur yang terkait akhirnya diboyong ke Indonesia pada tahun yang sama.

    Kabar terakhir dari Kaskus, adalah perusahaan tersebut membentuk kemitraan strategis dengan GDP Ventures milik Djarum.

    3. Koprol

    Koprol adalah jejaring sosial asal Indonesia yang didirikan oleh Satya Witoelar, Fajar Budiprasetyo, dan Daniel Armanto. Mereka dibeli oleh Yahoo pada Mei 2010.

    Mereka menjadi salah satu dari sedikit kisah sukses startup Indonesia. Namun, pada Juli 2012, Yahoo akhirnya mengembalikan bisnis dan merek dagang Koprol kepada para pendirinya.

    4. Disdus

    Situs lokal Disdus didirikan pada Agustus 2010 oleh Jason Lamuda dan Ferry Tenka. Namun tak butuh waktu lama mereka diakuisisi oleh Groupon. Saat itu Disdus dirancang untuk menjadi Groupon Indonesia sebagai bagian dari ekspansi Groupon di Asia Tenggara.

    Jason Lamuda kemudian sukses dengan startup berikutnya, Berrybenka yang masih beroperasi hingga sekarang. Adapun, Ferry beralih mendirikan platform e-commerce untuk kebutuhan ibu dan bayi bernama Bilna. Bilna kemudian menjelma menjadi Orami yang sekarang merupakan bagian dari Sirclo Group.

    5. Bukuq

    Serupa dengan GoodReads, Bukuq adalah platform tempat para penggunanya bisa berbagi mengenai buku-buku favorit mereka termasuk menulis tinjauan dan berdiskusi dengan pengguna lain. Perusahaan yang berdiri pada 2009 ini sempat mendapat penghargaan dari Indosat pada tahun pendiriannya.

    Namun, BukuQ hanya bertahan kurang lebih selama 4 tahun. Berhenti beroperasi pada Maret 2012, kabar yang beredar karena permasalahan internal. 

    6.  Tasterous

    Tasterous adalah perusahaan yang menyediakan permainan berburu makanan berbasis tag lokasi (geotagging) untuk para pengguna Android dan Blackberry. Hadir pada 2011, tim pendiri Tasterous terdiri dari Ronald tokoh penting di balik Urbanesia yang kini menjadi bagian dari grup Kompas, Deche Bagestu, dan Richard Fang.

    Tasterous juga didukung oleh CEO Kaskus, Ken Dean Lawadinata dan CEO Urbanesia, Selina Limman sebagai penasihat dan shareholder.

    Sayangnya, Tasterous tidak begitu sukses mendulang pengguna. Setelah tutup, banyak karyawan Tasterous ditawari pekerjaan di Kaskus.

    [Dexpert.co.id]

    (dem/dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.