Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Daftar Olahraga Paling Bahaya dan Paling Aman di Olimpiade
    Inspiring You

    Daftar Olahraga Paling Bahaya dan Paling Aman di Olimpiade

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Agustus 2024Updated:9 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Para peneliti membandingkan olahraga dengan faktor risiko tertinggi dan teraman. Perbandingan ini dilakukan berdasarkan jumlah atlet di setiap cabang olahraga dengan jumlah cedera yang dilaporkan saat gelaran Olimpiade.

    Hasilnya, BMX atau Bicycle Motocross muncul sebagai olahraga Olimpiade paling berbahaya, dengan tingkat cedera 34,38%. Sementara itu, tenis meja dan bola tangan lebih rentan terkena cedera daripada berkuda dan trampolin.

    BMX adalah olahraga bersepeda yang dilakukan dengan sepeda kecil dalam balapan kompetitif atau gaya bebas, baik di jalan raya maupun lintasan off-road. Tingkat cedera tertinggi tercatat pada Olimpiade Rio 2016, dengan 37,5% atlet mengalami trauma.




    Foto: Bethany Shriever dari Inggris memimpin rombongan pesepeda selama ajang balap BMX di Olimpiade Musim Panas 2024. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

    Lalu, taekwondo yakni seni bela diri dan olahraga bela diri asal Korea yang melibatkan pukulan dan tendangan berada di urutan kedua. Tercatat hampir 30% atlet mengalami cedera.

    Sepak bola adalah olahraga tim yang paling berbahaya, dengan lebih dari 27% dari 1.508 pesertanya mengalami cedera. Bola tangan adalah olahraga tim paling berbahaya kedua,  dengan rata-rata 17,98% atlet yang cedera.

    Tinju memiliki jumlah atlet cedera tertinggi kedua di Olimpiade Tokyo, yang menunjukkan peningkatan risiko.

    Berikut adalah daftar olahraga Olimpiade yang memiliki tingkat cedera tertinggi melansir Euro News:

    1. BMX – 34,38%

    2. Taekwondo – 29,92%

    3. Sepak bola – 27,19%

    4. Bersepeda gunung – 22,44%

    5. Tinju – 18,12%

    6. Bola tangan – 17,98%

    7. Hoki – 16,55%

    8. Angkat beban – 15,86%

    9. Polo air – 14,03%

    10. Atletik – 13,04%

    11. Judo – 12,44%

    12. Triatlon – 11,59%

    13. Gulat – 11,33%

    14. Bola basket – 10,69%

    15. Senam artistik – 10,54%

    16. Bulu tangkis – 9,65%

    17. Tenis – 9,44%

    18. Voli pantai – 9,38%

    19. Bola voli – 7,42%

    Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerapkan sistem pengawasan cedera multi-olahraga untuk pertama kalinya di Olimpiade Beijing 2008.

    Data ini dikumpulkan dari British Journal of Sports Medicine (BJSM) dan diproses oleh para peneliti Casinority. Data ini memperhitungkan semua Olimpiade Musim Panas antara Beijing 2008 dan Tokyo 2020.

    Olimpiade London 2012 memiliki tingkat cedera keseluruhan tertinggi, dengan 12,8% atlet dilaporkan cedera.

    Olahraga yang paling aman di Olimpiade




    Christian Kukuk bersama kudanya Thomas Muller saat beraksi meraih emas di Olimpiade Paris 2024 cabor berkuda. (X@gerdwenzel)Foto: Christian Kukuk bersama kudanya Thomas Muller saat beraksi meraih emas di Olimpiade Paris 2024 cabor berkuda. (X@gerdwenzel)

    Kano atau kayak mencatat rekor paling aman dari semua olahraga Olimpiade, dengan tingkat cedera rata-rata hanya 2,23% yang menyempit menjadi 1,2% dalam kano slalom.

    Berikut adalah daftar lengkapnya:

    1. Berkano/kayak (semua jenis) 2,23%

    2. Menembak – 2,24%

    3. Mendayung – 2,25%

    4. Panahan – 3,65%

    5. Renang – 3,78%

    6. Bersepeda – Lintasan, 4,24%

    7. Senam – Trampolin 4,69%

    8. Berkuda – 4,73%

    9. Tenis meja – 4,83%

    10. Modern Pentathlon – 6,05%

    Semua jenis kayak dan kano dianggap sebagai olahraga Olimpiade yang aman, dengan tingkat cedera rata-rata 2,23%.

    Dari 987 peserta, hanya 22 cedera yang tercatat. Menembak juga relatif aman, dengan tingkat cedera yang sama sebesar 2,24% dan 26 cedera di tiga Olimpiade.

    Lalu, olahraga dayung berada di posisi kedua, dengan rata-rata tingkat cedera 2,25% dari 1.640 atlet Olimpiade, dengan hanya 3% atlet yang cedera pada tahun 2020.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Inovasi Unik Brand Perawatan Tubuh Berebut Pasar RI




    Next Article



    Sudah Dibuktikan di Jepang, Olahraga Ini Bikin Panjang Umur



    Ide Sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.