Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Daftar Media Sosial Sarang Hoaks Pemilu Paling Parah
    Insight News

    Daftar Media Sosial Sarang Hoaks Pemilu Paling Parah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2023Updated:29 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Facebook adalah platform media sosial yang paling banyak menjadi sumber hoaks soal Pemilu 2024.

    Data tersebut didapatkan dari laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta pemetaan hoaks dari Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo).

    Menurut data Statistik Persebaran Hoaks Pemilu Kominfo, sepanjang periode 17 Juli sampai 26 November 2023, pengajuan takedown sebaran hoaks pemilu di Facebook mencapai 312, sementara yang sudah ditindaklanjuti (take down) sebanyak 274, dan yang sedang ditindaklanjuti ada 38 laporan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa Tim Pemeriksaan Fakta Mafindo, menemukan 67 hoaks selama dua minggu pertama (1-15) November 2023.

    Isu politik tetap menjadi yang paling populer (lebih dari 73%) dibanding isu lain. Selain diwarnai oleh dinamika menjelang Pemilu 2024, hoaks politik juga banyak menyoroti konflik yang terjadi antar Palestina dan Israel.

    Dari data tersebut, Facebook menjadi platform tertinggi penyebaran hoaks dengan ditemukan 32 kasus. Preferensi terhadap Facebook yang hampir mendekati 48%, menunjukan ketergantungan pengguna pada jejaring sosial yang sudah mapan untuk menyebarkan misinformasi.

    Selain itu, adanya fitur grup Facebook memungkinkan pengguna dengan minat yang sama untuk berkelompok, menciptakan ruang informasi yang salah dapat menyebar dengan cepat. Algoritma Facebook yang bisa memberi like atau suka, berbagi, dan komentar, pada konten menghasilkan keterlibatan tinggi pada persebaran konten.

    “Konten yang sensasional atau kontroversial, termasuk hoaks, sering kali mendapat interaksi yang tinggi, sehingga meningkatkan jangkauannya,” tulis laporan Mafindo.

    Di Facebook, hubungan sosial adalah hal yang terpenting, kepercayaan ini dapat menyebabkan penerimaan dan penyebaran informasi yang salah secara tidak kritis. Apalagi orang cenderung mempercayai informasi yang dibagikan teman dan keluarga.

    Lebih lanjut, ada sedikit perbedaan dari laporan Kominfo dan Mafindo soal temuan konten hoaks terkait Pemilu.

    Di Kominfo, TikTok menempati posisi kedua pengajuan takedown hoaks Pemilu terbanyak dengan 21 konten yang diajukan. Dilanjutkan dengan YouTube 17 konten, Twitter 3, dan Snack Video sebanyak 2 konten.

    Sementara Mafindo, posisi kedua ditempati oleh Twitter dengan 15 konten, TikTok 9 konten, YouTube dan Instagram sama-sama 4 konten, dan media online 2 konten.



    Artikel Selanjutnya


    Kirim Emoji Jempol, Petani Kena Denda Rp 935 Juta

    (dem)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.