Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Daftar Makanan yang Bisa Sebabkan Kanker serta Alternatifnya
    Inspiring You

    Daftar Makanan yang Bisa Sebabkan Kanker serta Alternatifnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Oktober 2023Updated:23 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian utama di seluruh dunia. Salah satu penyebab kanker adalah pola makan yang tidak sehat.

    Melansir Medical News Today, makanan olahan dan makanan cepat saji tertentu dapat meningkatkan risiko terkena kanker jika seseorang mengonsumsinya dalam jumlah banyak atau dalam jangka waktu lama.

    Namun, hubungan antara makanan dan risiko kanker mungkin tidak bersifat langsung. Misalnya, beberapa makanan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, kondisi yang ada kaitannya dengan jenis kanker tertentu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lantas makanan apa sajakah makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker? Berikut paparannya beserta alternatifnya, seperti dikutip dari Medical News Today:

    1. Daging merah

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan daging merah ke dalam kelompok 2A, yang berarti mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia. Karsinogen adalah zat apa pun yang dapat menyebabkan kanker. Berikut ini adalah contoh daging merah:

    • Daging sapi
    • Babi
    • Daging domba

    Para ahli telah menemukan bukti kuat adanya hubungan antara kanker kolorektal dan konsumsi daging merah dalam jumlah besar. Bukti juga menunjukkan adanya hubungan dengan kanker pankreas dan prostat.

    Karena risiko ini, World Cancer Research Fund International merekomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah hingga tiga porsi per minggu, dengan total berat matang 12-18 ons.

    2. Daging olahan




    Foto: Nugget Ayam (Photo by Shane Rounce on Unsplash)

    Daging olahan adalah daging yang diawetkan oleh produsen melalui pengasapan, pengawetan, atau pengasinan. Contohnya meliputi:

    • Sosis
    • Hot dog
    • Nugget
    • Salami
    • Daging kornet

    Proses pembuatan daging ini sering kali melibatkan nitrit, yang dapat menghasilkan karsinogen. Bahkan mengasapi daging tanpa bahan kimia dapat menghasilkan hidrokarbon aromatik polisiklik, sejenis karsinogen.

    WHO menyatakan bahwa terdapat bukti yang meyakinkan bahwa daging olahan menyebabkan kanker. Menurut ulasan tahun 2019, konsumsi daging olahan merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kanker kolorektal. Para ahli juga menghubungkannya dengan kanker perut dan payudara.

    Alternatif

    Ada banyak alternatif pengganti daging olahan, termasuk ikan segar dan ayam. Anda juga dapat memilih protein vegetarian seperti tahu.

    3. Makanan yang diproses

    Makanan olahan meliputi:

    • Makanan ringan kemasan seperti kue dan keripik
    • Makanan beku
    • Sereal manis
    • Soda
    • Olesan seperti margarin dan krim keju
    • Makanan manis seperti permen dan coklat
    • Makanan cepat saji seperti pizza, hamburger, dan ayam goreng

    Produsen memodifikasi makanan ini dengan bahan kimia seperti perasa, pewarna, pengemulsi, dan bahan tambahan lainnya untuk membuatnya terasa lebih enak dan bertahan lebih lama.

    Makanan olahan seringkali mengandung garam, gula, lemak, dan bahan kimia penyebab kanker dalam jumlah tinggi. Mereka juga umumnya rendah serat, vitamin, dan mineral. Pola makan tinggi makanan olahan dapat menyebabkan obesitas, salah satu faktor risiko kanker.

    Alternatif

    Menyiapkan makanan segar buatan sendiri dan camilan dari makanan utuh adalah pilihan paling sehat. Makanan tersebut antara lain:

    • Buah-buahan
    • Sayuran
    • Kacang-kacangan
    • Biji-bijian utuh

    Andajuga dapat memilih makanan yang diproses secara minimal seperti kacang kalengan dan sayuran beku.

    Bahan kimia penyebab kanker dalam makanan

    Bahan kimia penyebab kanker yang mungkin ada dalam makanan antara lain:

    • Nitrit dan nitrat, yang digunakan produsen untuk mengawetkan daging olahan
    • Hidroksianisole butilasi, bahan pengawet yang mungkin bersifat karsinogen bagi manusia
    • Potasium bromat, yang digunakan produsen sebagai bahan tambahan tepung
    • Amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik, yang dihasilkan dari pengasapan dan pemanggangan daging pada suhu tinggi


    Artikel Selanjutnya


    Awas, Kecanduan 4 Zat Ini ‘Bajak’ Otak & Bikin Lapar Terus

    (hsy/hsy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.