Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Daftar Kasus CEO Telegram Pavel Durov, Narkoba hingga Cuci Uang
    Insight News

    Daftar Kasus CEO Telegram Pavel Durov, Narkoba hingga Cuci Uang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Agustus 2024Updated:28 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Alasan penangkapan CEO Telegram Pavel Durov terungkap. Dia diduga melakukan berbagai kejahatan terkait pornografi anak, perdagangan narkoba, hingga pencucian uang.

    Hal ini diungkapkan oleh jaksa di Paris, Laure Beccuau. Menurutnya, penangkapan Durov jadi bagian penyelidikan sejak 8 Juli 2024 pada seseorang yang tidak disebutkan namanya, dikutip dari Reuters, Selasa (27/8/2024).

    Sebagai informasi, Durov ditangkap di Bandara Bourget Perancis pada Sabtu malam waktu setempat (24/8/2024). Beccuau mengatakan pria 39 tahun itu ditahan hingga Rabu (28/8/2024).

    Sebelumnya Presiden Perancis Emmanuel Macron telah menjelaskan soal penangkapan Durov, yang disebutnya tidak ada motif politik. Dia juga memberikan kebebasan pada hakim untuk memutuskan.

    “Ini sama sekali bukan keputusan politik. Terserah hakim yang memutuskan,” kata Macron dalam akun X.

    Telegram telah memberikan keterangan soal penangkapan bosnya itu. Dalam keterangan di kanal Telegram News, perusahaan memastikan Durov tidak menyembunyikan apapun.

    Selain itu, Telegram menegaskan seharusnya platform maupun pemiliknya tidak bisa diminta pertanggungjawaban soal penyalahgunaan dalam aplikasinya. Telegram juga menunggu penyelesaian persoalan itu.

    “Telegram mematuhi hukum di Uni Eropa, termasuk aturan layanan digital-yang moderasinya sesuai dengan standar industri dan terus ditingkatkan. CEO Telegram Pavel Durov tidak menyembunyikan apapun dan sering pergi ke Eropa. Tidak masuk akal mengklaim platform atau pemiliknya bertanggung jawab untuk penyalahgunaan platform tersebut,” tulis pernyataan Telegram.

    Kementerian luar negeri Uni Emirat Arab telah meminta untuk adanya pendampingan pada Durov. Dia diketahui mengantongi kewarganegaraan ganda yakni UEA dan Perancis.

    “Telah mengajukan permintaan pada Perancis untuk memberi semua layanan konsuler yang diperlukan,” kata pihak kementerian.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Malaysia Diserbu Raksasa Teknologi Asing, RI Malah Kena ‘PHP’




    Next Article



    Elon Musk Turun Tangan Usai CEO Telegram Pavel Durov Ditangkap



    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.