Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cuma 2% Data yang Diserang Ter-backup, Menkominfo Buka Suara
    Insight News

    Cuma 2% Data yang Diserang Ter-backup, Menkominfo Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2024Updated:27 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan perihal isu pencadangan (backup) data di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Surabaya yang diserang hacker pada 20 Juni 2024.

    Hingga saat ini, pemulihan dan forensik masih terus dilakukan sebagai penanggulangan serangan ransomware yang berdampak pada 282 data kementerian/lembaga (KL) pemerintah.

    Dalam rapat kerja Komisi I DPR RI, Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan hanya 2% data di dalam PDNS Surabaya yang ter-backup. Untuk itu, hanya 44 data KL yang bisa langsung pulih.

    Menanggapi hal ini, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan pihaknya, bersama Telkom dan Lintas Artha sudah menyediakan fasilitas backup data di PDNS.

    Kendati demikian, opsi untuk backup dikembalikan kepada tiap tenant yang menyimpan data di PDNS.

    “Jumlah virtual machine kami ada 1.630, itu 28,5% dari 5.709. Kenapa hanya sedikit yang melakukan backup pada fasilitas PDNS. Fasilitas backup ini ada di PDNS 1 dan 2,” ia menjelaskan.

    Budi Arie menegaskan pihaknya tidak menyalahkan tenant. Namun, proses backup itu merupakan ketentuan tenant apakah meminta menggunakan fasilitas tersebut atau tidak.

    “Kenap enggak punya backup perosalan terkait keterbatasan anggaran dan kesulitan menjelaskan ke keuangan dan auditor,” ia menjelaskan.

    Lebih lanjut, Budi Arie mengatakan kadang-kadang otoritas meminta penjelasan yang membuat KL daerah sulit untuk menjelaskan urgensi backup.

    “Anggaran backup data harus di-cover. Kenapa ada dua, satu saja. Yakinkan ke auditor di masa depan keamanan data dianggap penting kita harus bantu dorong,” ia menegaskan.

    Budi Arie mengatakan bahwa backup data sejatinya harus dibuat sebagai suatu kewajiban atau mandatory. Sebelumnya, sifatnya adalah opsional, karena ada KL yang kesulitan mendapat anggaran.

    “Ke depan kami akan buat wajib, karena ini penting,” ia menjelaskan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Uji Coba Starlink dari ‘Speed Test’ hingga ‘Gaming’, Cocok di Kota?


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.