Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cuan Shopee Vs Tokopedia: Komisinya Ternyata Berat Sebelah
    Insight News

    Cuan Shopee Vs Tokopedia: Komisinya Ternyata Berat Sebelah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Oktober 2022Updated:3 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Shopee, dengan perusahaan induk SEA Group, dan Tokopedia milik GoTo bersaing dalam pasar e-commerce Asia Tenggara.

    Kedua perusahaan baru-baru ini merilis laporan keuangan Q2 2022 termasuk data terbaru dari bisnis e-commerce masing-masing.

    Menurut berbagai sumber, Tokopedia dan Shopee adalah dua marketplace online terbesar di Indonesia. Keduanya bersaing ketat untuk memperebutkan pedagang dan pelanggan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meskipun sulit dibandingkan satu sama lain, karena pasar Shopee yang meliputi banyak negara, ada angka yang bisa dijadikan tolak ukur kedua perusahaan dalam menggali pendapatan.

    Indikator tersebut adalah take rate, yaitu porsi dari total nilai transaksi di dalam platform masing-masing yang dicatat sebagai pendapatan. 

    Menurut Momentum Works, dikutip Senin (3/10/2022), Tokopedia telah meningkatkan skema komisi untuk pedagang [customer-to-customer] C2C. Langkah ini secara efektif menaikkan take rate, yaitu pendapatan dibagi dengan GMV, dari 2,4% menjadi 3,1% atau sekitar US$4,5 juta (atau sekitar Rp 69,4 miliar).

    Tokopedia telah mengumumkan pungutan Rp 1.000 untuk tiap transaksi, menambah biaya transaksi Rp 1.000 yang sudah dikenakan untuk transaksi dengan pembayaran tertentu.

    Kenaikan take rate Tokopedia secara nominal mendekati angka milik Alibaba sekitar 4% di China, tetapi masih jauh di belakang Shopee yakni 9,2% atau sekitar US$ 19 juta atau sekitar Rp 290 miliar)

    Armada logistik menunjukkan bahwa volume barang yang dipesan dari Tokopedia hampir tidak tumbuh pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GMV disumbang oleh barang dan jasa virtual, yang bersifat margin lebih rendah.

    Sementara itu, Shopee mengambil langkah-langkah untuk mencapai profitabilitas lebih cepat, bahkan dalam beberapa minggu terakhir mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di banyak pasar.

    Selain itu, Shopee juga memangkas banyak insentif yang sebagian besar di bidang logistik. Seperti yang diketahui bahwa Shopee telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi biaya logistik, dan memiliki Shopee Express sendiri untuk meningkatkan daya tawar di hadapan penyedia logistik pihak ketiga.

    Namun masalahnya adalah TikTok juga tengah memperluas operasi e-commerce-nya di luar Indonesia ke semua pasar utama Asia Tenggara. Dan kemungkinan akan terus mensubsidi logistik untuk meraih pangsa pasar.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ini Biang Kerok yang Buat Harta Bos Induk Shopee Raib Rp250 T

    (dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.