Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Covid-19 Varian Delta Plus Bikin Cemas, Lebih Cepat Menular?
    Insight News

    Covid-19 Varian Delta Plus Bikin Cemas, Lebih Cepat Menular?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 November 2021Updated:5 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sejumlah varian Covid-19 muncul di dunia termasuk Delta Plus. Efeknya cukup sama dengan varian Delta yang ada sebelumnya yakni memiliki reproduktif number lebih tinggi dari varian lain.

    “Antara 6-8, satu kasus menularkan pada 6-8 orang dan bisa menyebar dengan cepat,” kata Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane dalam dialog secara online, di kanal Youtube FMB 9, Kamis (4/11/2021).

    Dia menambahkan bahkan varian Delta Plus bisa menularkan tidak harus menunggu masa inkubasi. Sebagai informasi inkubasi virus biasanya terjadi 2-14 hari.

    Pada orang terinfeksi bisa langsung menularkan pada orang lain. Dengan begitu Delta Plus punya karakteristik menularkan lebih cepat dan banyak.

    “Kalau masa inkubasi 2-14 hari dia baru terinfeksi bisa langsung menularkan, tidak harus menunggu 2 hari, terinfeksi bisa menularkan. menularkan lebih cepat dan banyak,” ungkap.

    Masdalina mengatakan Delta Plus sudah ada di Indonesia. Namun varian yang menjadi perhatian adalah varian AY 4.2 belum ditemukan di Indonesia dan berharap tidak masuk ke dalam negeri.

    Menurutnya mutasi pada Covid-19 sudah berlangsung lama. Perlu upaya agar varian-varian tersebut tak tersebar antar negara.

    Salah satunya dengan melakukan penjagaan pada pintu masuk dengan tiga kali testing. Yakni dari negara asal, dan dua tes dilakukan di Indonesia dengan melakukan karantina diantara pengujian.

    Ada beberapa negara memang yang sudah melonggarkan karantina. Penyebabnya, Masdalina menjelaskan karena proses vaksinasi sudah berlangsung baik.

    Pihak CDC di Amerika Serikat (AS) memberikan rekomendasi karantina dapat diredukasi pada kasus konfirmasi tanpa gejala. Namun tetap melakukan monitor selama 14 hari.

    “Disamping pemerintah memperbanyak sequencing pelaku perjalanan terutama negara terinfeksi berat, Singapura, Inggris, sebagian Eropa termasuk Rusia wilayah yang mendapatkan perlakuan khusus,” jelas Masdalina.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.