Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Covid-19 ‘Eris’ Sudah Masuk Indonesia, Kenali Gejalanya
    Inspiring You

    Covid-19 ‘Eris’ Sudah Masuk Indonesia, Kenali Gejalanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Agustus 2023Updated:9 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa varian baru Covid-19, Omicron EG.5.1 alias ‘Eris’ sejak sekitar Juni 2023 lalu.

    “Varian baru tersebut memang sudah ada di Indonesia. Sudah dari dua bulan lalu,” ungkap Budi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/8/2023).

    Meskipun saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan varian ‘Eris’ sebagai sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang diawasi, Budi mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak khawatir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Iya, enggak perlu khawatir,” kata Budi.

    CNBC Indonesia telah menghubungi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) untuk konfirmasi lebih lanjut terkait kasus Covid-19 varian ‘Eris’ di Indonesia. Namun, pihak Kemenkes RI masih belum memberikan jawaban.

    Sebelumnya, Covid-19 varian ‘Eris’ dilaporkan sudah mendominasi 20 persen dari sekuen yang ada di Asia, 10 persen sekuen di Eropa, dan 7 persen sekuen di Amerika Utara.

    Covid-19 varian ‘Eris’ memiliki gejala yang tidak banyak berbeda dari subvarian Omicron lainnya. Berikut gejalanya:

    • Pilek
    • Sakit Kepala
    • Kelelahan ringan hingga berat
    • Bersin
    • Sakit tenggorokan

    Salah satu negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat ‘Eris’ adalah Inggris. Melansir dari Daily Mail, salah satu faktornya adalah libur musim panas serta perilisan film Barbie dan Oppenheimer. Kedua film yang dirilis bersamaan pada akhir Juli tersebut menimbulkan banyak kerumunan, terutama di bioskop.

    “Kami terus memonitor jumlah kenaikan kasus pada minggu ini. Kami memang melihat ada peningkatan pasien di rumah sakit, terutama di kalangan pasien berusia lanjut,” tutur kepala imunisasi Inggris UKHSA, Dr Mary Ramsay, dikutip Rabu (9/8/2023).



    Artikel Selanjutnya


    Ditemukan 7 Kasus Covid Arcturus di RI, Begini Kondisinya

    (hsy/hsy)


    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.