Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Chip Otak Elon Musk Kalah Jauh, Banyak yang Lebih Canggih
    Insight News

    Chip Otak Elon Musk Kalah Jauh, Banyak yang Lebih Canggih

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Agustus 2024Updated:21 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk sempat membuat geger saat memperkenalkan proyek implan chip ke otak manusia melalui startup Neuralink miliknya. Namun, ternyata bukan cuma Neuralink yang memiliki visi tersebut.

    Ada banyak startup implan chip ke otak manusia yang tersedia saat ini. Bahkan, beberapa lebih canggih ketimbang Neuralink.

    Startup neuroteknologi, Synchron, baru-baru ini mengumumkan telah berhasil melakukan implan otak dan menyambungkannya ke headset Vision Pro Apple.

    Kini pasien dengan keterbatasan mobilitas fisik dapat mengendalikan perangkat tersebut hanya dengan menggunakan pikiran mereka.

    Perusahaan chip otak itu mengatakan tengah membangun antarmuka otak-komputer atau BCI, yang dirancang untuk membantu pasien lumpuh mengoperasikan teknologi seperti smartphone dan komputer hanya melalui pikiran.

    Mereka telah menanamkan BCI pada enam pasien di AS dan empat pasien di Australia. Synchron menyebut, masih perlu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk mengomersialkan teknologinya secara lebih luas.

    Apple merilis Vision Pro awal tahun ini, dan pengguna biasanya mengendalikan perangkat tersebut dengan gerakan mata, perintah suara, dan gerakan tangan. Sedangkan Synchron berusaha membuat agar perangkat tersebut dapat diakses oleh orang yang tidak dapat berbicara atau menggerakkan anggota tubuh bagian atas mereka.

    CEO Synchron Thomas Oxley mengatakan bahwa menurutnya platform aksesibilitas iOS Apple adalah yang terbaik di kelasnya, itulah sebabnya perusahaan tersebut awalnya berfokus untuk membantu pasien mengendalikan perangkat dalam ekosistem Apple.

    Ia mengatakan Synchron kemungkinan akan menghubungkan BCI-nya ke headset lain, tetapi akan dimulai dengan Vision Pro.

    “Saya pikir BCI berada pada posisi yang sangat tepat untuk memberikan nilai tambah yang besar sebagai integrasi sinergis ke dalam ekosistem Apple,” kata Oxley, dikutip dari CNBC International.

    Synchron merupakan bagian dari industri BCI yang makin kompetitif, dan perusahaan tersebut mengatakan mereka adalah yang pertama menghubungkan sistemnya ke Vision Pro milik Apple.

    Perusahaan lain seperti Paradromics, Precision Neuroscience, Blackrock Neurotech, dan Neuralink milik Elon Musk juga tengah mengembangkan sistem BCI, meskipun desain dan ambisi mereka semuanya berbeda-beda.

    BCI milik Synchron dimasukkan melalui vena jugularis pasien, jadi tidak diperlukan operasi otak terbuka. BCI tersebut dikirim ke pembuluh darah yang berada di permukaan korteks motorik otak.

    Perangkat seperti stent tersebut dihubungkan ke antena yang berada di bawah kulit di dada. Antena tersebut mengumpulkan data otak mentah dan mengirimkannya ke perangkat eksternal.

    Orang Bisu Bisa Kembali Bicara

    Selain itu, Blackrock Neurotech mengembangkan chip otak yang memungkinkan manusia bisa mendadak bisa berkomunikasi. Kemampuan itu berkat teknologi implan otak text-to-speech yang memungkinkan pasien lumpuh bisa kembali berbicara.

    Para peneliti Blackrock Neurotech menanamkan empat rangkaian mikroelektroda yang mampu mencatat aktivitas saraf di area otak terkait bahasa dan ucapan.

    Penelitian menggunakan 256 elektroda intrakortikal, yang lebih banyak dari target penelitian sebelumnya. Software decoder mempelajari kata langkah dan dilatih dengan cepat serta melakukan kalibrasi ulang secara online.

    Hasilnya pada hari kedua, pasien bisa berkomunikasi dengan 125 ribu kata. Semua kata yang ingin diucapkan diterjemahkan dalam layar, yang lalu disuarakan pada perangkat lunak text-to-speech.

    “Saya senang bisa berbicara lagi dengan teman dan keluarga saya,” ucap pasien dalam transkrip dikutip dari Reuters.

    Dia juga menceritakan teknologi ini berdampak pada komunikasinya bersama anak perempuannya. Sebab selama lima tahun terakhir, anaknya tidak ingat seperti apa suara ayahnya.

    “Saat gejala mulai muncul, putri saya berusia 2 bulan dan sekarang berusia 5 tahun. Dia tidak ingat seperti apa suara saua sebelum penyakit menghilangkan kemampuan saya berbicara. Awalnya dia cukup pemalu pada awalnya namun sekarang sangat bangga karena ayahnya adalah robot,” ungkapnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya





    Next Article



    Video Pasien Chip Otak Elon Musk Main Catur Pakai ‘Telepati’



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.