Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Chip Otak Elon Musk Dikritik Habis-Habisan, Ini Kata Dokter
    Insight News

    Chip Otak Elon Musk Dikritik Habis-Habisan, Ini Kata Dokter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Februari 2024Updated:28 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup Neuralink milik Elon Musk berhasil menanam chip otak (Brain-Computer Interface/BCI) untuk pertama kalinya ke manusia. Musk mengklaim pasiennya sudah pulih total dan bisa mengontrol mouse hanya dengan pikiran.

    Musk juga mengatakan tak ada efek samping yang dialami pasien dari prosedur implan chip Neuralink. Kendati begitu, para pakar medis mengaku ketar-ketir dengan klaim Musk yang tak disertai bukti nyata.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Neuralink hanya membagikan informasi yang ingin didengar oleh masyarakat,” kata Sameer Sheth, dokter ahli bedah saraf (neurosurgeon) yang mengambil spesialisasi implan neuroteknologi dari Baylor College of Medicine.

    “Ada banyak kekhawatiran di lingkungan komunitas [praktisi bedah saraf] tentang hal tersebut,” kata dia, dikutip dari Nature, Selasa (27/2/2024).

    Neuralink memiliki ambisi besar untuk mengobati pasien yang mengalami kelumpuhan, agar mereka bisa kembali berinteraksi dengan orang sekitar. Perusahaan juga telah mengembangkan robot pembedah untuk melakukan implan chip.

    Robot ini telah dipamerkan ketika melakukan operasi ke sebuah dummy. Namun, belum pernah dibuka secara transparan bagaimana robot tersebut membedah subyek hewan atau manusia.

    Neuralink dinilai tak banyak berkonsultasi dengan komunitas medis. Hal ini yang mengakibatkan para pakar ketar-ketir dengan apa yang dilakukan Neuralink.

    “Laporan singkat tak berarti apa-apa dalam proses riset yang melibatkan manusia,” kata lembaga penelitian dan wadah pemikir bioetika, The Hastings Center.

    “Membuka otak manusia dan meletakkan perangkat, terutama bagi seseorang yang memiliki masalah medis, layak dilaporkan secara detil dan panjang,” lembaga tersebut melanjutkan.

    Menurut The Hastings Center, laporan Musk lewat media sosial yang hanya memberikan informasi ringkas tak menjawab apa-apa. Sebab, pertanggungjawaban Neuralink sangat besar untuk subyek riset, keluarganya, subyek riset di masa depan, serta komunitas medis secara keseluruhan.

    Apalagi, Musk memiliki rekam jejak yang tak akurat dalam melaporkan hasil riset. Misalnya, saat uji coba Neuralink ke monyet, Musk mengatakan tak ada subyek yang meninggal.

    Padahal, menurut Security Exchange Commission (SEC), laporan Musk tak benar. Ada lusinan monyet yang dilaporkan meninggal dalam periode uji coba implan chip otak Neuralink dalam periode 2018 dan 2020.



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.