Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Tertekan, TikTok Diwajibkan Lepas ke Tangan AS
    Insight News

    China Tertekan, TikTok Diwajibkan Lepas ke Tangan AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 April 2024Updated:10 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tekanan terhadap TikTok di Amerika Serikat (AS) makin kencang dari parlemen. Layanan media sosial populer tersebut diminta benar-benar lepas dari induknya yang berasal dari China, ByteDance.

    Sebab, AS khawatir TikTok mengancam keamanan nasional lantaran membagikan data pengguna di AS ke pemerintahan Xi jinping.

    ByteDance diminta melakukan divestasi atas TikTok. Terbaru, Pemimpin Senat Republik Mitch McConnal meminta regulasi yang mengikat agar ByteDance menjual saham TikTok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat ini, aplikasi tersebut secara aktif digunakan oleh lebih dari 170 juta warga AS, dikutip dari Reuters, Rabu (10/4/2024).

    “Mewajibkan divestasi dari entitas yang dipengaruhi Beijing dari TikTok akan menjadi preseden konstitusional yang sudah ada,”” kata McConnel.

    “Hal ini akan menghapus ancaman besar terhadap anak-anak Amerika,” ia melanjutkan.

    House of Representative sebelumnya menyepakati dengan voting 352-65 pada 13 Maret lalu untuk memberikan ByteDance waktu 6 bulan melakukan divestasi TikTok. Jika tidak, TikTok terancam diblokir.

    Kepala Komite Perdagangan Maria Cantwell mengatakan ia akan mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Demokrat Chuck Schumer dan Kepala Komite Intelijen Mark Warner untuk merumuskan aturan main dalam pemrosesan divestasi ByteDance ke TikTok.

    Nasib TikTok menjadi isu besar di Washington. Banyak pemangku kebijakan yang mendapat protes dari pengguna. Mereka meminta ancaman pemblokiran TikTok dihapus.

    “Pemblokiran TikTok melanggar hak 170 juta warga AS,” kata perwakilan TikTok.



    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.