Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Tawarkan Pesaing GPS Plus Subsidi, Mau Gusur Amerika
    Insight News

    China Tawarkan Pesaing GPS Plus Subsidi, Mau Gusur Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Juli 2023Updated:1 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak yang tidak tahu bahwa China punya pesaing GPS, sistem navigasi satelit yang punya 6 miliar pengguna di seluruh dunia.

    GPS yang kepanjangannya adalah Global Positioning System, adalah sistem milik pemerintah Amerika Serikat yang dikelola oleh Space Force – salah satu unit militer negara adidaya tersebut.

    Awalnya, GPS dibangun sebagai perangkat militer untuk memandu pergerakan rudal jarak jauh dan drone. Namun, teknologi ini kini digunakan untuk berbagai kegiatan sehari-hari penduduk dunia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hampir semua layanan terkait internet kini memanfaatkan GPS mulai dari penerbangan, jaringan internet mobile, peta digital, hingga verifikasi keamanan untuk layanan bank digital.

    GPS dominan meskipun bukan satu-satunya teknologi panduan navigasi berbasis satelit. Rusia memiliki GLOSNASS, sedangkan Uni Eropa punya Galileo.

    Sepanjang sejarah kemunculannya, setiap pemilik teknologi navigasi berbasis satelit sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan semua negara dan kelompok. Bahkan Galileo bisa digunakan gratis oleh siapa saja.

    China sudah lama gatal ingin memiliki sistem navigasi global. Mereka kini memiliki teknologi sendiri yang mereka namakan Beidou.

    Sarah Sewall, mantan pejabat di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan bahwa pengalaman peristiwa rudal yang “hilang” di tengah krisis Selat Taiwan membuat pemerintah China sadar betapa krusialnya sistem serupa GPS milik sendiri.

    “Ketika mereka kehilangan kemampuan untuk melacak rudal yang mereka luncurkan dalam salah satu konflik di tengah krisis Selat Taiwan, mereka merasa seperti terbangun dari tidur. Mereka memutuskan bahwa mereka membutuhkan sistem milik sendiri untuk memastikan jangkauan terus menerus, akurasi sesuai keinginan, dan tidak bergantung kepada negara lain untuk hal yang sangat vital,” katanya kepada Space.com.

    Namun, kekuatan militer bukan satu-satunya alasan China membangun Beidou. Seperti halnya GPS, China memperkirakan Beidou bisa menciptakan nilai ekonomi US$ 156 miliar pada 2025.

    “Ekspor perangkat infrastruktur China, yang terakait posisi, navigasi, hingga pengukuran waktu, mengandalkan data yang ditarik dari Beidou. Semua ini juga dipaketkan bersama teknologi 5G China, yang semua disubsidi lewat inisiatif Belt and Road dan Digital Silk Road,” kata Sewall.


    Artikel Selanjutnya


    TikTok Bikin Ketar-Ketir, ‘Orang Kuat’ AS Rapat Diam-Diam

    (dem/dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.