Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Punya ‘Obat Mujarab’ Atasi Anak Kecanduan Game Online
    Insight News

    China Punya ‘Obat Mujarab’ Atasi Anak Kecanduan Game Online

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2022Updated:24 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Anak muda di China dilaporkan membatasi kecanduan akan video game. Klaim tersebut sejalan dengan aturan pemerintah setempat soal pembatasan bermain game bagi usia muda.

    Sejak Agustus 2021, pemerintah melarang anak-anak untuk bermain game lebih dari tiga jam seminggu. Satu tahun setelah larangan, laporan dari Komite Grup Industri Game mengatakan 75% gamer muda bermain dalam waktu yang ditentukan itu, dikutip dari BBC, Kamis (24/11/2022).

    Larangan bermain game diterapkan pada beberapa perusahaan. Termasuk Douyin, Tiktok versi China, yang melarang anak di bawah 14 tahun menggunakan platform selama lebih dari 40 menit sehari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun pembatasan bermain game nampaknya tidak akan efektif karena masuknya musim dingin dan lonjakan kasus Covid-19 di China. Kedua fenomena tersebut membuat masyarakat akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, termasuk anak-anak.

    BBC menuliskan beberapa orang tua akhirnya mengizinkan anak-anak untuk mengakses akun mereka. Dengan begitu anak-anak bisa terhibur selama di rumah.

    Selain anak-anak, orang tua di China juga mulai menggemari bermain game. Banyak penghuni panti jompo bermain game online sebagai cara terhubung dengan cucu mereka, seperti dilaporkan surat kabar China Daily.

    Terkait laporan tersebut, pakar pasar games di Asia Niko Partners mengatakan latar belakang laporan merupakan penurunan pendapatan di China.

    Pendiri Niko Partners, Lisa Cosmas Hanson berpendapat kemungkinan masa depan akan lebih positif. Dia beralasan karena adanya momentum ekonomi, e-sports, game PC dan gamer berjumlah lebih dari 700 juta orang.

    “Dengan persetujuan permainan lagi dan penyesuaian peraturan anak muda di tingkat lokal, kami melihat pandangan lebih positif yang mulai berkembang,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.