Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Pakai Tiktok untuk Menyusup ke Negara Lain
    Insight News

    China Pakai Tiktok untuk Menyusup ke Negara Lain

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Desember 2022Updated:20 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Taiwan, Mainland Affairs Council (MAC) baru saja meluncurkan penyelidikan untuk anak usaha yang didirikan Tiktok di wilayah tersebut. Penyelidikan ini menambah panas hubungan Taiwan dan China sejak beberapa waktu terakhir.

    Menurut otoritas Taiwan, aplikasi media sosial itu disebut punya risiko keamanan. Penyelidikan itu dibuat setelah sebuah perusahaan lokal diduga terlibat dengan ByteDance, perusahaan induk Tiktok di China. Namun MAC tak menjelaskan informasi lebih lanjut soal penyelidikan itu.

    “Dalam beberapa tahun terakhir, China menggunakan Tiktok dan video pendek lain untuk melakukan operasi kognitif untuk menyusup ke negara lain,” kata MAC dikutip dari AFP, Senin (19/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Juga ada risiko tinggi informasi pribadi pengguna untuk pemerintah China”.

    Surat kabar lokal, Liberty Times melaporkan anak perusahaan yang sedang dalam penyelidikan didirikan tahun 2018. Namanya juga berganti pada November lalu menjadi Bytedance Taiwan Ltd Co.

    Tiktok memang terus mendapatkan tekanan di luar China. Khususnya bagi Amerika Serikat yang terus mengacu pada kepemilikannya di China dan ancaman pada keamanan nasional.

    Sementara itu, senator AS melarang aplikasi berbagi video pada ponsel pemerintah minggu lalu. Keputusan itu jadi bagian bipartisan yang berkembang pada Tiktok.

    Tiktok juga berulang kali telah menyangkal menjadi risiko keamanan ataupun terikat pada otoritas China.

    Sementara itu, hubungan China-Taiwan terus memanas sejak Tsai Ing-wen menjabat sebagai presiden tahun 2016. Dia memandang wilayah itu sebagai negara bukan bagian dari China.

    Taiwan juga telah memperingatkan soal kampanye disinformasi dan spionase dari China. Hal ini juga meningkatkan pengawasan pada bisnis dari negara itu dan memberlakukan aturan investasi termasuk untuk industri semikonduktor di Taiwan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Induk TikTok Tiba-tiba Masuk Bisnis Rumah Sakit, Ada Apa?

    (npb)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.