Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Murka, Marah Kena Bully Amerika
    Insight News

    China Murka, Marah Kena Bully Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – China mengaku kena bully pemerintah Amerika Serikat (AS) karena masalah TikTok. Menurutnya tindakan bully atau perundungan seperti yang AS lakukan pada TikTok tidak akan menang dalam kompetisi dunia internasional.

    Ini merupakan tanggapan dari pemerintah China setelah badan legislatif AS menyepakati Undang-Undang (UU) yang memaksa ByteDance menjual TikTok.

    Jika masih di bawah kepemilikan perusahaan China, TikTok diancam bakal diblokir di Amerika Serikat


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemerintah China lalu memberikan peringatan kepada AS atas UU baru yang telah disetujui House of Representatives.

    Menurut Beijing, wacana pemblokiran TikTok akan jadi senjata makan tuan bagi AS. Hal ini disampaikan Juru Bicara Menteri Luar Negeri China Wang Wenbin.

    “Meski AS tak pernah menemukan bukti ancaman TikTok bagi keamanan nasional, namun AS tak berhenti menekan TikTok,” kata Wang, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (15/3/2024).

    Wang mengatakan aksi AS sebagai tindakan tak adil dan bisa berdampak buruk bagi iklim kompetisi dan investasi asing.

    “Perundungan seperti in tak akan menang dalam kompetisi yang adil. Hal ini merusak kepercayaan investor internasional untuk berinvestasi dengan sehat, serta merusak tatanan perdagangan dan transaksi ekonomi internasional,” kata dia.

    “Pada akhirnya, aksi ini akan menyerang balik AS,” ia melanjutkan.

    Sebagai informasi, UU tersebut sudah disahkan di House of Representatives AS. Presiden Joe Biden pun mengatakan akan menandatangani UU jika sudah lolos di parlemen AS.

    Kendati demikian, regulasi tersebut berpotensi menemui hambatan di Senat AS. Menurut Reuters, sebagian anggota Senat AS memilih pendekatan berbeda soal ancaman TikTok terhadap keamanan nasional AS.

    Pengguna TikTok di AS tercatat sekitar 170 juta orang. CEO TikTok Shou Zi Chew dijadwalkan berkunjung ke Capitol Hill, gedung parlemen AS di Washington DC, untuk berbicara dengan beberapa senator soal regulasi yang berpotensi memblokir TikTok.

    Chew datang ke Washington DC berbekal dukungan dari para pengguna TikTok di AS. Bahkan, lusinan pengguna TikTok menggelar demonstrasi di luar Capitol Hill saat anggota House of Representatives Kongres AS mengambil suara untuk mengesahkan UU pemblokiran TikTok.

    Biaya perjalanan dan akomodasi para TikTokers untuk datang dan berdemonstrasi di Washington DC ditanggung sepenuhnya oleh TikTok.



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.