Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Makin Ditinggal, Arab Sekarang Pilih Amerika
    Insight News

    China Makin Ditinggal, Arab Sekarang Pilih Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2024Updated:1 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) membuat aturan baru demi mempermudah pengiriman chip kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan lokal seperti Nvidia ke pusat data yang ada di Timur Tengah.

    Sebelumnya, sejak Oktober 2023, eksportir AS diharuskan memperoleh lisensi sebelum mengirimkan chip canggih ke beberapa wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah.

    Berdasarkan aturan baru yang mempermudah akses chip AS ke Timur Tengah, perusahaan data center dapat mengajukan status Pengguna Akhir TervalidasiĀ ketimbang mengharuskan pemasok AS mereka memperoleh lisensi individual untuk mengirimkanĀ chip.

    AS akan bekerja sama dengan data center asing yang mengajukan program Pengguna Akhir TervalidasiĀ dan pemerintah tuan rumah, untuk memastikan keselamatan dan keamanan teknologi tersebut.

    Nvidia yang berbasis di Santa Clara, California, pemasok chip AI terkemuka di dunia, menolak berkomentar.

    Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran AS bahwa Timur Tengah dapat menjadi jalan bagi China untuk memperoleh chip canggih produksi AS yang dilarang dikirim langsung ke China.

    G42 menjadi perusahaan yang menjadi fokus dari kekhawatiran AS. Sebab perusahaan AI yang berkantor pusat di Uni Emirat Arab (UEA) itu punya hubungan historis dengan China.

    Pada April, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan US$1,5 miliar di G42. Raksasa teknologi itu berencana untuk menyediakan chip dan bobot model serta data canggih yang meningkatkan kemampuan model AI yang mampu meniru penalaran manusia.

    Kesepakatan itu menarik perhatian China, meskipun G42 mengatakan pada Februari bahwa mereka telah menarik diri dari China dan menerima tawaran AS untuk bekerja dengan perusahaan-perusahaan Amerika.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kenali Penyebab Kebocoran Data & Upaya Pencegahannya!





    Next Article



    Korea Siap Menang Perang Chip, Amerika dan China Kudu Waswas



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.