Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Ditinggal, Wilayah Dekat RI Ramai Diserbu Asing
    Insight News

    China Ditinggal, Wilayah Dekat RI Ramai Diserbu Asing

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 November 2024Updated:14 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah perusahaan teknologi mulai meninggalkan China. Sebagai gantinya, mereka mengembangkan pabrik pengujian dan pengemasan chip di negara tetangga Indonesia, Vietnam.

    Salah satunya adalah perusahaan asal Korea Selatan Hana Micron. Wakil presiden untuk perusahaan di Vietnam Cho Hyung Rae menjelaskan perusahaan memindahkan kapasitas produksinya dari China.

    Hana Micron berinvestasi sekitar 1,3 triliun won (Rp 14,5 triliun) hingga 2026. Uang tersebut untuk meningkatkan operasi pengemasan Legacy Memory Chips.

    Amkor asal Amerika Serikat (AS) juga telah mengumumkan rencana investasi US$1,6 miliar (Rp 25,2 triliun) di Vietnam untuk membangun pabrik seluas 200 ribu meter persegi, yang akan menjadi fasilitas luas dan canggih.

    Beberapa peralatan untuk pabrik di Vietnam dipindahkan dari pabrik mereka di China. Alat tersebut juga telah terpasang di pabrik baru, dikutip dari Reuters, Rabu (13/11/2024).

    Kepindahan massal ini karena perang dagang antara AS dan China. Kemungkinan ketegangan tersebut akan terus berlanjut pada pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Donald Trump.

    Vietnam tumbuh secara signifikan di industri manufaktur back-end semikonduktor, yang sekarang masih didominasi China dan Taiwan. Reuters mencatat Vietnam menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat senilai US$95 miliar (Rp 1.498 triliun).

    Pangsa pasar untuk perakitan, pengujian, dan pengemasan (ATP) Vietnam diperkirakan akan naik berkat investasi jumbo para perusahaan asing. Menurut laporan Asosiasi Industri Semikonduktor AS dan Boston Consulting Group kenaikannya hingga 8-9% pada 2032 dari hanya 1% pada 2022 lalu.

    Bukan hanya asing, perusahaan dalam negeri diperkirakan akan ikut menyumbang pada industri. Beberapa perusahaan dikabarkan tengah berkembang di tengah industri chip Vietnam yang juga meningkat.

    Tiga sumber mengatakan FPT dari Vietnam tengah membangun pabrik pengujian dekat Hanoi. Kabarnya pabrik seluas 1.000 meter persegi akan mulai beroperasi awal tahun depan.

    Pada awalnya akan ada 10 mesin pengujian. Pada 2026 mesin meningkat tiga kali lipat. FPT kabarnya masih mencari mitra strategis.

    Perusahaan investasi Vietnam Sovico Group juga tengah mencari mitra asing. Tujuannya melakukan investasi dalam fasilitas ATP yang dibangun di Danang.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Tolong Dibantu Pak Prabowo, SDM Teknologi RI Kalah Dari Vietnam




    Next Article



    Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 T



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.