Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Dijegal Eropa, Harga Mobil Listrik Bakal Makin Mahal
    Insight News

    China Dijegal Eropa, Harga Mobil Listrik Bakal Makin Mahal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2024Updated:6 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Uni Eropa pada pekan ini mengonfirmasi keputusannya untuk menetapkan tarif tambahan bagi mobil listrik (EV) impor asal China. Produsen mobil listrik menyambut baik keputusan tersebut, tetapi ada dampak yang akan berlaku

    Kemungkinan besar mobil listrik China di negara-negara Eropa akan mengalami kenaikan harga, dikutip dari CNBC International, Jumat (5/7/2024).

    Komisi Eropa yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa pertama kali mengumbar aturan tarif baru hingga 38% untuk mobil listrik China pada Juni lalu.

    Hal tersebut menyusul investigasi yang dilakukan terhadap produsen mobil listrik China. Hasilnya, ditemukan ada subsidi yang tak adil pada operasional bisnis mereka di negara-negara Uni Eropa.

    Regulator Eropa mengatakan pajak baru yang akan dikenakan memiliki rentang 17,4%-37,6%. Pajak tersebut mulai efektif berlaku pada Jumat hari ini.

    Pungutan pajak baru ini tak hanya berpengaruh pada perusahaan asal China seperti BYD. Raksasa mobil listrik asal AS seperti Tesla juga akan terkena dampak. Sebab, Tesla memiliki pabrik di Shanghai.

    Keputusan Uni Eropa datang setelah produsen mobil listrik China berbondong-bondong membanjiri pasar Eropa. Bahkan, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat produsen asal Eropa sulit bersaing.

    Salah satu pabrikan mobil listrik asal China, Nio, mengatakan hingga kini masih menjaga harga produknya di Eropa. Namun, Nio menegaskan harga bisa saja berubah di masa depan.

    “Tidak dapat dikesampingkan bahwa harga dapat disesuaikan di kemudian hari sebagai akibat dari penerapan tarif ini,” kata perwakilan perusahaan.

    Sementara itu, produsen lainnya Xpeng mengatakan pembeli Eropa yang tengah menunggu pesanan mobilnya datang dan sudah melakukan pesanan sebelum tarif berlaku akan “terlindungi dari kenaikan harga”.

    Ketika aturan ini pertama kali diwacanakan, Tesla mengatakan unit Model 3 miliknya akan mengalami kenaikan harga di Eropa. Belum dijelaskan secara spesifik tarif untuk Tesla, namun Uni Eropa mengatakan bulan lalu produsen asal AS “akan menerima rate pajak yang dikalkukasi secara individual”.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan & Peluang Layanan Super Apps Perbankan di RI




    Next Article



    Blokir Joe Biden Meluas, Mobil Listrik China Jadi Korban



    (fab/fab)

    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.