Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Diblokir Sana-sini Ternyata Percuma, Huawei Tetap Laku
    Insight News

    China Diblokir Sana-sini Ternyata Percuma, Huawei Tetap Laku

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Oktober 2024Updated:9 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak perusahaan di Eropa berusaha menghindari penggunaan infrastruktur base transceiver stationa (BTS) milik perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. 

    Kendati demikian, ternyata banyak negara yang belum bisa lepas dari Huawei dan ZTE. Hingga Agustus 2024, baru 11 dari 27 negara Uni Eropa yang membatasi penggunaan Huawei dan ZTE.

    Beberapa negara melakukan pendekatan yang tidak terlalu konfrontatif. Namun, banyak juga negara yang lebih tegas dan sudah pelan-pelan lepas dari ketergantungan ke infrastruktur Huawei dan ZTE.

    Misalnya operator asal Spanyol, Masorange, yang dilaporkan menghentikan penggunaan komponen Huawei dan  ZTE selama beberapa tahun ke depan. Perusahaan menggantinya dengan Ericsson yang berasal dari Stockholm.

    Di Jerman, pejabat setempat telah berunding dengan operator lokal terkait seberapa cepat akan mengganti perangkat keras China. Sejumlah pemerintah meminta penggantian tersebut saat operator meningkatkan jaringan ke 5G atau 6G, demi menjaga biaya tetap rendah.

    Direktur Strand Consult Denmark, John Strand meramalkan fenomena ini mirip ketika Rusia membatasi pengiriman gas ke Eropa setelah perang dengan Ukraina meletus pada 2022.

    Salah satu yang dikhawatirkan dari penggunaan infrastruktur China adalah potensi negara tersebut melakukan intervensi pada jaringan seluler di Eropa. 

    “China bisa mematikan, memperlambat, atau mencampuri jaringan seluler. Ini bakal menghancurkan ekonomi Eropa,” kata Strand dikutip dari laman Spectrum, Rabu (9/10/2024).

    Sebelumnya, Komisi Eropa juga telah mengumumkan hasil penilaian pada alat buatan China. Disebutkan alat terus berisiko pada keamanan, termasuk malware.

    Bahkan risiko itu berdampak luas pada sektor lain. Apalagi saat operator telekomunikasi yang digunakan hanya menjadi satu-satunya di kawasan tertentu.

    Eropa menyadari memberikan infrastruktur telekomunikasi penting seperti 5G ke operator asing sangat berisiko. Namun wilayah itu cukup tertinggal saat mengambil tindakan penegakan hukum.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Saat Dunia Bergejolak, Ini Startup Yang “Menarik” Modal Ventura





    Next Article



    Blokir Joe Biden Menggila Buat Lumpuhkan China



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.